alexametrics
25C
Probolinggo
Sunday, 17 January 2021

Nenek di Lumbang Gantung Diri, Camat: Bukan karena Bansos Dicabut

LUMBANG, Radar Bromo-Diduga bosan hidup seorang diri dan sakit tak kunjung sembuh, membuat Skt, 67, depresi. Nenek asal Desa Cukurguling, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, itu ditemukan meninggal dengan kondisi tergantung di rumahnya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, ditemukannya korban dengan kondisi menggantung itu sekitar pukul14.00, Senin (11/1). Yang menemukan jenazahnya pertama kali adalah kerabatnya yang bernama Ponasim.

Saat itu Ponasim mendapati rumah Skt tertutup rapat. Padahal, sebelumnya korban tidak pernah menutup pintu rumahnya rapat-rapat. “Jadi, Ponasim ini yang merawat korban. Ia sepulang kerja melihat ke rumah korban. Karena ditutup rapat, oleh Ponasim didobrak,” kata Kapolsek Lumbang Iptu Nanang Abidin.

Berhasil membuka paksa rumah korban, Ponasim kemudian masuk. Alangkah terkejutnya, setelah ia mendapati korban tewas tergantung di tiang bambu rak penyimpanan barang di atas tempat tidurnya sendiri.

Mengetahui hal itu, Ponasim kemudian keluar untuk meminta pertolongan warga setempat. “Saksi saat itu langsung ke rumah kasun terdekat,” jelas Nanang.

Setelah itu, kemudian kejadian itu dilaporkan kepada pihak kepolisian. “Korban sudah tewas dan langsung dilaporkan kepada kami,” ungkapnya.

Dari hasil olah TKP (tempat kejadian perkara) oleh tim Inafis Polres Pasuruan dan Unit Reskrim Polsek Lumbang, sesuai pemeriksaan luar tubuh korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Dari keterangan saksi yakni Ponasim bahwa pada hari Minggu (10/1) sekira pukul 16.00 ,korban sempat mengeluh. “Korban mengalami sakit atau gangguan penglihatan bertahun-tahun. Dugaan sementara korban nekat mengakhiri hidupnya karena depresi hidup sendiri menjanda dan sakit penglihatan bertahun-tahun,” terang Nanang.

Meninggalnya Skt sempat memicu spekulasi dari sejumlah warga. Beredar kabar, korban nekat mengakhiri hidupnya karena bansosnya dicabut. “Ya ada isu seperti itu. Tetapi ini masih kami lakukan penyelidikan,” jelas Kapolsek.

Namun, isu itu dibantah Camat Lumbang Cahyo. Menurutnya, korban memang tercatat mendapatkan bansos PKH. Namun bansosnya tak dicabut sejauh ini. Ia memastikan isu yang beredar adalah hoax. “Tidak benar. PKH-nya tidak dicabut,” katanya. (sid/mie)

 

 

MOST READ

BERITA TERBARU