Linglung sejak Cerai 2 Tahun Lalu, Warga Winongan Gantung Diri

WINONGAN, Radar Bromo – Linglung setelah bercerai, M. Yollywiro Cahyo Irdianto, 42, mengambil jalan pintas. Warga Dusun Sentul, Desa Winongan Lor, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, itu bunuh diri.

Minggu (12/2), korban ditemukan tewas gantung diri di sebuah pohon matoa yang terletak di belakang rumahnya. Keluarga menolak mayat korban diotopsi. Sehingga korban langsung dimakamkan di pemakaman keluarga.

Korban ditemukan pertama kali oleh ayahnya, M. Bargowo, 60. Ayahnya pun langsung melaporkan peristiwa itu pada Polsek Winongan.

“Saat ditemukan pertama kali oleh ayahnya, korban dalam kondisi tergantung dengan tali di pohon. Kaget, ayahnya langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek,” terang AKP Thohari, kapolsek Winongan.

Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi diketahui, korban sebenarnya tidak tinggal di rumah orang tuanya. Sehari-hari, korban bekerja di sebuah toko di Kota Pasuruan. Seminggu sekali, korban pulang untuk sambang orang tuanya.

Sejak dua tahun lalu, korban cerai dengan istrinya yang warga Cimahi, Jawa Barat. Setelah bercerai, keenam anaknya dibawa istrinya ke Cimahi.

Akibatnya, setelah bercerai kondisi psikis korban terganggu. Dia agak linglung dan sering melamun di belakang rumah ayahnya. Tiap pulang, biasanya korban hanya bermain hape.

“Sering diajak main sama saudara karena melihat korban sering linglung,” lanjutnya.

Pagi harinya, Minggu (12/01) pukul 08.30, ayah korban mencari anaknya untuk diajak sarapan. “Setelah dicari, korban ditemukan dalam kondisi gantung diri di belakang rumah,” terang Kapolsek.

Petugas Polsek Winongan pun langsung mendatangi TKP setelah mendapat laporan. Datang juga petugas Puskesmas Winongan untuk memeriksa korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan luka di tubuh korban. di TKP, korban menggantung dengan tali plastik warna putih yang dililitkan di ranting pohon matoa. Dan disekitarnya ada kursi yang dijadikan untuk pijakan. (eka/hn)