Partai Golkar Tak Pecat Setiyono, Sediakan Bantuan Hukum

PROSES HUKUM: Setiyono turun dari tangga di Mapolres Pasuruan, usai diperiksa awal oleh KPK, pekan silam. Saat ini posisi Setiyono sebagai Ketua DPD Golkar Kota Pasuruan, digantikan sementara oleh Syaifullah Maksum. (Dok Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN – Partai Golkar akhirnya mengambil langkah terkait penetapan dan penahanan Wali Kota Pasuruan nonaktif, Setiyono oleh KPK. Sebab, Setiyono selama ini juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Pasuruan.

Rabu (10/10) partai berlambang pohon beringin itu telah menentukan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Kota Pasuruan. Golkar bahkan tak memecat Setiyono, meski orang nomor satu di Kota Pasuruan tersebut tersandung operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (4/10) pekan lalu.

Penunjukan Plt tersebut dilakukan di Kantor DPD Golkar Kota Pasuruan di Jalan Pahlawan. Sejumlah pengurus dan kader pun menyambut kedatangan perwakilan pengurus dari provinsi.

Wakil Sekretaris Bidang Kerohanian DPD Partai Golkar Jawa Timur, Syaifullah Maksum ditunjuk sebagai Plt. Dialah yang akan memegang kendali partai yang saat ini memiliki 5 kursi di parlemen DPRD Kota Pasuruan tersebut.

Sekretaris Partai Golkar DPD Jawa Timur, Sahat Simanjuntak menerangkan ditunjuknya Syaifullah Maksum tersebut merupakan keputusan partai melalui rapat pengurus yang digelar 5 Oktober lalu. Ia juga tak menepis, rapat tersebut digelar menyusul adanya OTT KPK yang menyerat Setiyono selaku Ketua DPD Partai Golkar Kota Pasuruan.

“Sebagaimana yang ditahui, baru saja kami menerima musibah dengan kasus hukum yang menimpa saudara ketua Pak Setiyono. Sementara di satu sisi kami juga harus segera melakukan konsolidasi untuk pemilu 2019,” terangnya.

Menurut Sahat, partai memandang perlu adanya Plt mengingat posisi itu cukup krusial. Apalagi,roda organisasi kepartaian harus tetap berjalan. “Kami memandang perlu dan sangat urgen untuk mengangkat Plt Ketua dari provinsi untuk turun ke bawah,” ucapnya.

Plt Ketua DPD Partai Golkar Kota Pasuruan, kata Sahat, diharapkan dapat mengendalikan pucuk pimpinan kepartaian. Termasuk juga menjalankan konsolidasi organisasi di internal partai. Jabatan Plt akan diemban Syaifullah Maksum hingga selesainya gelaran Pemilu 2019 mendatang.

Sahat juga mengaku optimistis, kasus hukum yang kini dialami Setiyono tak akan mempengaruhi citra Partai Golkar. “Tadi saya sempat beri pengarahan, dan semua kader menyatakan kesanggupan untuk memaksimalkan mesin partai. Dan harapan kami menambah jumlah kursi di dewan,” tegasnya.

Di sisi lain, Sahat juga menegaskan status Setiyono yang masih diakui sebagai kader Partai Golkar. Setiyono hanya diberhentikan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Pasuruan.Namun hal itu tak mempengaruhi status Wali Kota Pasuruan nonaktif secara keanggotaan partai.

“Karena Golkar ini partai kader, bukan partai owner yang hanya milik tertentu,” beber pria yang juga anggota DPRD Jawa Timur itu.

Bahkan, Sahat juga menyampaikan, pihaknya telah mempersiapkan bantuan hukum untuk Setiyono. “Sudah kami siapkan tim dari Bakumham Partai Golkar. Tapi kalau Pak Setiyono menyediakan tim hukum sendiri kami hargai,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, KPK melakukan OTT pada Kamis (4/10) silam. Ada empat orang yang sudah ditetapkan menjadi tersangka. Salah satu yang terkena OTT dan kini sudah ditetapkan menjadi tersangka adalah Setiyono, Wali Kota Pasuruan. (tom/fun)