alexametrics
27.4 C
Probolinggo
Monday, 15 August 2022

Jatuh saat Jambret di Gempol, Ibu Ini Dimassa, Ngaku Terlilit Utang

GEMPOL, Radar BromoTerlilit utang membuat Suyayuk, 42, gelap mata. Ibu-ibu asal Dusun Ngering, Desa Legok, Kecamatan Gempol, itu nekat jambret kalung.

Namun, aksi itu bukannya membebaskannya dari masalah utang. Yang ada, ia kini jadi punya masalah baru. Sebab, harus berurusan dengan hukum.

Itu, setelah aksinya menjambret berhasil dipergoki warga. Ia pun sempat jadi bulan-bulanan warga usai berhasil ditangkap di sebuah gang di Desa/Kecamatan Gempol.

Aksi itu sendiri terjadi sekitar pukul 06.15 kemarin. Yang jadi korbannya adalah CMK, 11, pelajar putri yang masih duduk di bangku SD, warga Desa/Kecamatan Gempol.

“Korban berdiri di depan gang, tiba-tiba didatangi pelaku mengendarai motor. Saat itu pelaku pura-pura tanya alamat seseorang. Tak lama kemudian, menarik kalung milik korban. Posisi mesin motornya (pelaku) hidup,” terang Kanitreskrim Polsek Gempol Ipda Slamet Mudjiono.

Mengetahui kalungnya ditarik pelaku, korban pun spontan menarik jaket pelaku. Seketika itu, korban maupun pelaku sama-sama terjatuh.

Sesaat kemudian warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung menolong korban yang mengalami luka lecet di kaki, tangan, dan dahi. Sementara sang pelaku langsung jadi sasaran amuk massa.

Amuk massa mereda usai petugas polsek tiba di lokasi kejadian. Selanjutnya, pelaku diamankan beserta barang bukti ke mapolsek setempat.

“Pelakunya satu orang. Saat ini sudah kami amankan. Bersama barang buktinya berupa kalung emas dan motor Yamaha Vega. Untuk korbannya mengalami luka lecet saja,” ujarnya.

Dalam kejadian ini, Kanitreskrim menuturkan, pelaku terancam dijerat dengan pasal 365 KUHP. Ancaman maksimalnya tujuh tahun penjara.

Saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo di mapolsek, Suyayuk mengaku menyesali perbuatannya. “Saya melakukannya dengan terpaksa, sebab terlilit utang,” akunya. (zal/mie)

 

GEMPOL, Radar BromoTerlilit utang membuat Suyayuk, 42, gelap mata. Ibu-ibu asal Dusun Ngering, Desa Legok, Kecamatan Gempol, itu nekat jambret kalung.

Namun, aksi itu bukannya membebaskannya dari masalah utang. Yang ada, ia kini jadi punya masalah baru. Sebab, harus berurusan dengan hukum.

Itu, setelah aksinya menjambret berhasil dipergoki warga. Ia pun sempat jadi bulan-bulanan warga usai berhasil ditangkap di sebuah gang di Desa/Kecamatan Gempol.

Aksi itu sendiri terjadi sekitar pukul 06.15 kemarin. Yang jadi korbannya adalah CMK, 11, pelajar putri yang masih duduk di bangku SD, warga Desa/Kecamatan Gempol.

“Korban berdiri di depan gang, tiba-tiba didatangi pelaku mengendarai motor. Saat itu pelaku pura-pura tanya alamat seseorang. Tak lama kemudian, menarik kalung milik korban. Posisi mesin motornya (pelaku) hidup,” terang Kanitreskrim Polsek Gempol Ipda Slamet Mudjiono.

Mengetahui kalungnya ditarik pelaku, korban pun spontan menarik jaket pelaku. Seketika itu, korban maupun pelaku sama-sama terjatuh.

Sesaat kemudian warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung menolong korban yang mengalami luka lecet di kaki, tangan, dan dahi. Sementara sang pelaku langsung jadi sasaran amuk massa.

Amuk massa mereda usai petugas polsek tiba di lokasi kejadian. Selanjutnya, pelaku diamankan beserta barang bukti ke mapolsek setempat.

“Pelakunya satu orang. Saat ini sudah kami amankan. Bersama barang buktinya berupa kalung emas dan motor Yamaha Vega. Untuk korbannya mengalami luka lecet saja,” ujarnya.

Dalam kejadian ini, Kanitreskrim menuturkan, pelaku terancam dijerat dengan pasal 365 KUHP. Ancaman maksimalnya tujuh tahun penjara.

Saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo di mapolsek, Suyayuk mengaku menyesali perbuatannya. “Saya melakukannya dengan terpaksa, sebab terlilit utang,” akunya. (zal/mie)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/