25.6 C
Probolinggo
Tuesday, October 4, 2022

Pabrik Pengolahan Ikan Polisikan Karyawan, Disebut Rugikan Perusahaan Rp 1 M

MAYANGAN, Radar Bromo – Selama dua tahun, EBR, 35, warga Kota Probolinggo, menggelapkan hasil produksi perusahaan di tempat dia bekerja. Tak tanggung-tanggung, perusahaan pengolahan ikan CV Karya Samudra, tempatnya bekerja, mengalami kerugian sekitar Rp 1 miliar.

Dessy Sukmawati, 42, pemilik perusahaan pun tidak terima. Dia melaporkan pelaku EBR ke Polres Probolinggo Kota. EBR dilaporkan bersama dua rekannya yang sama-sama berstatus karyawan di CV Karya Samudra. Yaitu, AH, 39, warga Kabupaten Probolinggo dan AAH, 21, warga Kota Probolinggo. Sebab, mereka selama ini selalu membantu EBR melakukan penggelapan.

Ya, selama dua tahun EBR yang merupakan pengawas menjual hasil ikan milik perusahaan tanpa sepengetahuan perusahaan. Mulai 2020 hingga pertengahan 2022. Uang hasil penjualan pun masuk ke kantong pribadinya.

S.W. Djando, penasihat hukum perusahaan menyebut, penggelapan itu diketahui pertama kali pada 2 Agustus. Saat itu, AAH diminta mengantar ikan oleh EBR ke sebuah tempat. Karena curiga, AAH menanyakan hal ini pada Dessy. Ternyata, aksi EBR ini dilakukan tanpa sepengetahuan perusahaan.

Usai diusut, AAH mengaku sering diminta oleh EBR mengantar ikan ke seseorang di timur TWSL Kota Probolinggo. Namun, uang hasil penjualan ini tidak pernah disetorkan ke perusahaan. Dan perbuatannya sudah dilakukan selama dua tahun terakhir.

“EBR ini sudah bekerja selama dua tahun. Namun, ia malah menyalahgunakan kewenangan yang diberikan. Beberapa hasil ikan yang didapatkan dijual lagi tanpa seizin dari perusahaan,” ungkapnya.

AAH yang ditemui di Mapolres Probolinggo Kota mengaku, sudah 14-20 kali EBR memintanya untuk menjual ikan ke seseorang di Mangunharjo, Kecamatan Mayangan.

MAYANGAN, Radar Bromo – Selama dua tahun, EBR, 35, warga Kota Probolinggo, menggelapkan hasil produksi perusahaan di tempat dia bekerja. Tak tanggung-tanggung, perusahaan pengolahan ikan CV Karya Samudra, tempatnya bekerja, mengalami kerugian sekitar Rp 1 miliar.

Dessy Sukmawati, 42, pemilik perusahaan pun tidak terima. Dia melaporkan pelaku EBR ke Polres Probolinggo Kota. EBR dilaporkan bersama dua rekannya yang sama-sama berstatus karyawan di CV Karya Samudra. Yaitu, AH, 39, warga Kabupaten Probolinggo dan AAH, 21, warga Kota Probolinggo. Sebab, mereka selama ini selalu membantu EBR melakukan penggelapan.

Ya, selama dua tahun EBR yang merupakan pengawas menjual hasil ikan milik perusahaan tanpa sepengetahuan perusahaan. Mulai 2020 hingga pertengahan 2022. Uang hasil penjualan pun masuk ke kantong pribadinya.

S.W. Djando, penasihat hukum perusahaan menyebut, penggelapan itu diketahui pertama kali pada 2 Agustus. Saat itu, AAH diminta mengantar ikan oleh EBR ke sebuah tempat. Karena curiga, AAH menanyakan hal ini pada Dessy. Ternyata, aksi EBR ini dilakukan tanpa sepengetahuan perusahaan.

Usai diusut, AAH mengaku sering diminta oleh EBR mengantar ikan ke seseorang di timur TWSL Kota Probolinggo. Namun, uang hasil penjualan ini tidak pernah disetorkan ke perusahaan. Dan perbuatannya sudah dilakukan selama dua tahun terakhir.

“EBR ini sudah bekerja selama dua tahun. Namun, ia malah menyalahgunakan kewenangan yang diberikan. Beberapa hasil ikan yang didapatkan dijual lagi tanpa seizin dari perusahaan,” ungkapnya.

AAH yang ditemui di Mapolres Probolinggo Kota mengaku, sudah 14-20 kali EBR memintanya untuk menjual ikan ke seseorang di Mangunharjo, Kecamatan Mayangan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/