alexametrics
27.1 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Polisi Pastikan Hanya Ada Tersangka Tunggal di Aksi Demo Tolak PPKM

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Hanya satu tersangka tunggal. Inilah kesimpulan Polres Pasuruan Kota dalam penidikan aksi demo menolak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jalan Pahlawan, Kota Pasuruan Juli lalu. Polisi hanya menetapkan AH, 41, sebagai tersangka.

AH yang kini sudah diamankan oleh Satreskrim Polres Pasuruan Kota, mengakui jika dia sendiri yang membuat poster provokasi untuk demo.

Kasubag Humas Polres Pasuruan Kota, AKP Endy Purwanto mengungkapkan, penyidikan untuk aksi demo yang terjadi pada Juli lalu masih berlanjut. Saat ini pihak kepolisian sudah menetapkan AH sebagai tersangka provokasi. Dan dalam proses penyidikan, diketahui jika AH ini adalah tersangka tunggal.

AH telah mengakui perbuatannya itu salah pada penyidik. Dalam keterangannya, AH mengaku secara sadar telah menyebarkan poster ajakan demo menolak PPKM melalui status WhattsApp. Termasuk poster itu diakuinya memang miliknya dan ia yang menyebarkan.

“Proses hukum tetap berlanjut. Hanya tersangka tunggal yakni AH. Dia sudah mengakui bahwa dia yang membuat dan menyebarkan poster ajakan demo,” ungkapnya.

Untuk diketahui, ratusan massa melakukan demo menolak PPKM Darurat di Kota Pasuruan pada Kamis (15/7). Ada beberapa remaja yang sempat diamankan dan diberikan pengarahan usai dibubarkan petugas.

Selang beberapa waktu, kepolisian akhirnya menetapkan satu tersangka karena diduga provokator. Dia adalah AH alias Buleng. Alangsung diamankan oleh Polres Pasuruan Kota AH alias Buleng diketahui berstatus sebagai anggota LSM Penjara. AH diketahui berasal dari Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan.

Sementara itu, Ketua LSM Penjara, Rudi Hartono mengaku pihaknya belum mengetahui sejauh mana proses penyidikan. Sebab LSM Penjara hanya memonitor dan memilih menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Ia berharap agar proses hukum segera selesai.

“Yang jelas kami hormati proses hukum yang ada. Kami belum tahu apa AH ini memang mengaku seperti itu. Semoga kasus ini cepat selesai,” jelasnya. (riz/fun)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Hanya satu tersangka tunggal. Inilah kesimpulan Polres Pasuruan Kota dalam penidikan aksi demo menolak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jalan Pahlawan, Kota Pasuruan Juli lalu. Polisi hanya menetapkan AH, 41, sebagai tersangka.

AH yang kini sudah diamankan oleh Satreskrim Polres Pasuruan Kota, mengakui jika dia sendiri yang membuat poster provokasi untuk demo.

Kasubag Humas Polres Pasuruan Kota, AKP Endy Purwanto mengungkapkan, penyidikan untuk aksi demo yang terjadi pada Juli lalu masih berlanjut. Saat ini pihak kepolisian sudah menetapkan AH sebagai tersangka provokasi. Dan dalam proses penyidikan, diketahui jika AH ini adalah tersangka tunggal.

AH telah mengakui perbuatannya itu salah pada penyidik. Dalam keterangannya, AH mengaku secara sadar telah menyebarkan poster ajakan demo menolak PPKM melalui status WhattsApp. Termasuk poster itu diakuinya memang miliknya dan ia yang menyebarkan.

“Proses hukum tetap berlanjut. Hanya tersangka tunggal yakni AH. Dia sudah mengakui bahwa dia yang membuat dan menyebarkan poster ajakan demo,” ungkapnya.

Untuk diketahui, ratusan massa melakukan demo menolak PPKM Darurat di Kota Pasuruan pada Kamis (15/7). Ada beberapa remaja yang sempat diamankan dan diberikan pengarahan usai dibubarkan petugas.

Selang beberapa waktu, kepolisian akhirnya menetapkan satu tersangka karena diduga provokator. Dia adalah AH alias Buleng. Alangsung diamankan oleh Polres Pasuruan Kota AH alias Buleng diketahui berstatus sebagai anggota LSM Penjara. AH diketahui berasal dari Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan.

Sementara itu, Ketua LSM Penjara, Rudi Hartono mengaku pihaknya belum mengetahui sejauh mana proses penyidikan. Sebab LSM Penjara hanya memonitor dan memilih menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Ia berharap agar proses hukum segera selesai.

“Yang jelas kami hormati proses hukum yang ada. Kami belum tahu apa AH ini memang mengaku seperti itu. Semoga kasus ini cepat selesai,” jelasnya. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/