alexametrics
26.6 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Hanya Temukan Arit di Rumah Pedagang Bawang Korban Pencurian

BANYUANYAR, Radar Bromo– Polisi masih harus bekerja ekstra untuk mengungkap kasus pencurian di rumah warga Dusun Pandi II, Desa Banyuanyar Tengah, Kecamatan Banyuanyar. Sampai kini kepolisian masih menyelidiki insiden yang membuat korbannya merugi Rp 68 juta tersebut.

Beberapa barang bukti sudah dikantongi oleh pihak kepolisian. Namun beberapa barang, mulai dari kresek dan celurit yang ada di tempat kejadian perkara (TKP). Diduga barang itu sempat dipegang pelaku.

Kanit Reskrim Polsek Banyuanyar Aipda Andri Okta mengatakan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terhadap kasus pencurian terbut. Pihaknya masih belum dapat menyimpulkan dugaan pelaku siapa dan berapa orang.

“Menunggu hasil dari tim indentifikasi dari polres. Untuk dugaan pelaku sendiri masih proses Lidik,” ujarnya, Kamis (10/6).

“Dari pelaku nihil, alias tidak ada barag yang ditinggalkan. Hanya saja, barang bukti berupa kresek dan celurit yang diduga sempat di pegang pelaku diamankan,” ujarnya.

Selain itu, pada penyelidikan kasus ini, pihak kepolisian juga mengalami kesulitan. Sebab di sekitar TKP tidak ada Closed Circuit Television (CCTV) yang dapat memudahkan proses penyelidikan.

“Di sekitar TKP tidak ditemukan CCTV. Ada namun jaraknya sekitar 500 ratus meter ke arah timur TKP di kantor desa. Hanya saja, untuk rute pelaku bisa saja melalui selatan TKP, jadi tidak lewat sana (depan kantor desa,red),” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kawanan maling membobol rumah Holili, 59, Rabu (9/6) dini hari. Uang Rp 68 Juta milik pedagang bawang itu raib. Uang itu disimpan di tiga kamar berbeda yang ada di lantai satu rumah korban. Namun, tiga-tiganya hilang. Belum diketahui dari mana kawanan maling itu mengetahui tempat korban menyimpan uangnya.(mu/fun)

BANYUANYAR, Radar Bromo– Polisi masih harus bekerja ekstra untuk mengungkap kasus pencurian di rumah warga Dusun Pandi II, Desa Banyuanyar Tengah, Kecamatan Banyuanyar. Sampai kini kepolisian masih menyelidiki insiden yang membuat korbannya merugi Rp 68 juta tersebut.

Beberapa barang bukti sudah dikantongi oleh pihak kepolisian. Namun beberapa barang, mulai dari kresek dan celurit yang ada di tempat kejadian perkara (TKP). Diduga barang itu sempat dipegang pelaku.

Kanit Reskrim Polsek Banyuanyar Aipda Andri Okta mengatakan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terhadap kasus pencurian terbut. Pihaknya masih belum dapat menyimpulkan dugaan pelaku siapa dan berapa orang.

“Menunggu hasil dari tim indentifikasi dari polres. Untuk dugaan pelaku sendiri masih proses Lidik,” ujarnya, Kamis (10/6).

“Dari pelaku nihil, alias tidak ada barag yang ditinggalkan. Hanya saja, barang bukti berupa kresek dan celurit yang diduga sempat di pegang pelaku diamankan,” ujarnya.

Selain itu, pada penyelidikan kasus ini, pihak kepolisian juga mengalami kesulitan. Sebab di sekitar TKP tidak ada Closed Circuit Television (CCTV) yang dapat memudahkan proses penyelidikan.

“Di sekitar TKP tidak ditemukan CCTV. Ada namun jaraknya sekitar 500 ratus meter ke arah timur TKP di kantor desa. Hanya saja, untuk rute pelaku bisa saja melalui selatan TKP, jadi tidak lewat sana (depan kantor desa,red),” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kawanan maling membobol rumah Holili, 59, Rabu (9/6) dini hari. Uang Rp 68 Juta milik pedagang bawang itu raib. Uang itu disimpan di tiga kamar berbeda yang ada di lantai satu rumah korban. Namun, tiga-tiganya hilang. Belum diketahui dari mana kawanan maling itu mengetahui tempat korban menyimpan uangnya.(mu/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/