alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Wednesday, 29 June 2022

Tewas Tertembak Senapan Angin PCP Kaliber 4,5 dari Jarak 71 Meter

Hamid pun segera mengikuti Maria, disusul Umar yang mengekor di belakang keduanya. Sampai di lokasi kejadian, tersangka, Maria, dan Hamid menggotong tubuh korban. kemudian Umar turut membantu menggotong korban sampai ke rumah tersangka.

Kasus Salah Tembak di Maron, Pelaku Mengaku Tak Sengaja

Di rumahnya, tersangka menidurkan korban di kasur yang berada di ruang tamu. Karena tidak memiliki mobil, tersangka lantas meminjam pikap pada kades setempat untuk membawa korban ke Puskesmas Condong.

Tersangka Daud Patriono Immanuel, 52, membidik dengan senapan angin saat rekonstruksi, salah tembak yang menewaskan anak buahnya. (Achmad Arianto/ Radar Bromo)

Sambil menunggu pikap datang, pertolongan pertama pun dilakukan. Sayang usaha itu tidak berjalan mulus, justru korban semakin lemah.

Setelah pikap tiba sekitar lima menit kemudian, korban dibawa ke Puskesmas Condong. Namun, sebelum sampai ke Puskesmas Condong, korban meninggal dunia.

“Dalam rekonstruksi mulai dari awal sampai akhir terdapat 12 adegan. Meski sempat mendapat pertolongan, nyawa korban tetap tidak tertolong saat perjalanan ke puskesmas,” ujar polisi dengan dua balok di pundaknya itu. (ar/hn)

 

 

Hamid pun segera mengikuti Maria, disusul Umar yang mengekor di belakang keduanya. Sampai di lokasi kejadian, tersangka, Maria, dan Hamid menggotong tubuh korban. kemudian Umar turut membantu menggotong korban sampai ke rumah tersangka.

Kasus Salah Tembak di Maron, Pelaku Mengaku Tak Sengaja

Di rumahnya, tersangka menidurkan korban di kasur yang berada di ruang tamu. Karena tidak memiliki mobil, tersangka lantas meminjam pikap pada kades setempat untuk membawa korban ke Puskesmas Condong.

Tersangka Daud Patriono Immanuel, 52, membidik dengan senapan angin saat rekonstruksi, salah tembak yang menewaskan anak buahnya. (Achmad Arianto/ Radar Bromo)

Sambil menunggu pikap datang, pertolongan pertama pun dilakukan. Sayang usaha itu tidak berjalan mulus, justru korban semakin lemah.

Setelah pikap tiba sekitar lima menit kemudian, korban dibawa ke Puskesmas Condong. Namun, sebelum sampai ke Puskesmas Condong, korban meninggal dunia.

“Dalam rekonstruksi mulai dari awal sampai akhir terdapat 12 adegan. Meski sempat mendapat pertolongan, nyawa korban tetap tidak tertolong saat perjalanan ke puskesmas,” ujar polisi dengan dua balok di pundaknya itu. (ar/hn)

 

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/