alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Friday, 20 May 2022

Tewas Tertembak Senapan Angin PCP Kaliber 4,5 dari Jarak 71 Meter

MARON, Radar Bromo –Polres Probolinggo bersama Polsek Maron mengelar rekonstruksi insiden salah tembak dengan tersangka Daud Patriono Immanuel, 52, bos ternak ayam. Sebelum tertembak,  ternyata korban Idam Kholik, 30, yang merupakan pegawai Daud Patriono, sudah menjauh tiga meter dari titik sasaran. Namun, entah kenapa korban malah tertembak.

Rekonstruksi dilakukan pukul 11.33 dan selesai pukul 13.15. Rekonstruksi itu diikuti tim penyidik Polres Probolinggo, Polsek Maron, dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo. Sebanyak 12 adegan diperagakan di TKP Dusun Sukun, Desa Gerongan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Senin (11/4).

Adegan diawali saat tersangka latihan menembak di sebuah persawahan yang ada di utara rumah kontrakannya. Mulanya, tersangka memasang sasaran tembak pada batang pohon kelapa di sisi barat. Titik tembak dengan sasaran tembak berjarak  74 meter. Setelah sasaran tembak terpasang, kemudian tersangka kembali ke titik tembak.

“Rekonstruksi dilakukan untuk mendapat gambaran yang jelas tentang terjadinya insiden salah tembak ini. Serta menguji kebenaran keterangan yang sudah disampaikan sebelumnya,” ujar Kapolsek Maron Iptu Samiran.

Di titik tembak, tersangka menyediakan sebuah kursi plastik setinggi setengah meter sebagai penunjang senapan angin jenis PCP kaliber 4,5. Ia pun memulai membidik target.

Setelah beberapa kali menembak sasaran, tersangka memanggil korban yang saat itu berada di kandang ayam miliknya. Korban pun datang. Tersangka lantas meminta korban untuk memasang peluru pada magazine miliknya.

Warga Bulang Gending Tewas Tertembak Senapan Bos yang Berlatih

Setelah peluru terpasang, tersangka meminta korban memasang sasaran tembak pada batang pohon kelapa. Hingga diulangi dua kali, tidak ada masalah dalam latihan tembak itu.

Setelah ketiga kalinya memasang sasaran tembak, korban bergeser tiga meter ke selatan. Lalu, tersangka pun menembakkan senapan angin ke sasaran. Saat menembak itu, tersangka tidak melihat ada korban di titik sasaran.

Namun, tiba-tiba dari kejauhan korban berteriak bahwa dirinya telah tertembak. “Korban berteriak kena tembak. Posisi korban berjarak 71 meter dari titik tembak. Atau berjarak 3 meter sisi selatan titik sasaran yang sebelumnya sudah terpasang,” katanya.

Mendengar teriakan itu, tersangka berlari menghampiri korban yang memegang dada kanannya. Sampai di tempat korban, tersangka spontan berteriak minta tolong.

Bos Salah Tembak di Maron Jadi Tersangka

Teriakan itu didengar istri tersangka, Maria yang saat itu ada di dalam rumah. Ia pun berlari menghampiri suaminya yang saat itu memangku tubuh korban.

Melihat suaminya panik dan hendak memindahkan tubuh korban, Maria berlari ke rumah meminta pertolongan. Dia lantas bertemu dengan Hamid dan Umar, warga setempat yang saat itu menebang bambu di selatan rumah tersangka.

MARON, Radar Bromo –Polres Probolinggo bersama Polsek Maron mengelar rekonstruksi insiden salah tembak dengan tersangka Daud Patriono Immanuel, 52, bos ternak ayam. Sebelum tertembak,  ternyata korban Idam Kholik, 30, yang merupakan pegawai Daud Patriono, sudah menjauh tiga meter dari titik sasaran. Namun, entah kenapa korban malah tertembak.

Rekonstruksi dilakukan pukul 11.33 dan selesai pukul 13.15. Rekonstruksi itu diikuti tim penyidik Polres Probolinggo, Polsek Maron, dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo. Sebanyak 12 adegan diperagakan di TKP Dusun Sukun, Desa Gerongan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Senin (11/4).

Adegan diawali saat tersangka latihan menembak di sebuah persawahan yang ada di utara rumah kontrakannya. Mulanya, tersangka memasang sasaran tembak pada batang pohon kelapa di sisi barat. Titik tembak dengan sasaran tembak berjarak  74 meter. Setelah sasaran tembak terpasang, kemudian tersangka kembali ke titik tembak.

“Rekonstruksi dilakukan untuk mendapat gambaran yang jelas tentang terjadinya insiden salah tembak ini. Serta menguji kebenaran keterangan yang sudah disampaikan sebelumnya,” ujar Kapolsek Maron Iptu Samiran.

Di titik tembak, tersangka menyediakan sebuah kursi plastik setinggi setengah meter sebagai penunjang senapan angin jenis PCP kaliber 4,5. Ia pun memulai membidik target.

Setelah beberapa kali menembak sasaran, tersangka memanggil korban yang saat itu berada di kandang ayam miliknya. Korban pun datang. Tersangka lantas meminta korban untuk memasang peluru pada magazine miliknya.

Warga Bulang Gending Tewas Tertembak Senapan Bos yang Berlatih

Setelah peluru terpasang, tersangka meminta korban memasang sasaran tembak pada batang pohon kelapa. Hingga diulangi dua kali, tidak ada masalah dalam latihan tembak itu.

Setelah ketiga kalinya memasang sasaran tembak, korban bergeser tiga meter ke selatan. Lalu, tersangka pun menembakkan senapan angin ke sasaran. Saat menembak itu, tersangka tidak melihat ada korban di titik sasaran.

Namun, tiba-tiba dari kejauhan korban berteriak bahwa dirinya telah tertembak. “Korban berteriak kena tembak. Posisi korban berjarak 71 meter dari titik tembak. Atau berjarak 3 meter sisi selatan titik sasaran yang sebelumnya sudah terpasang,” katanya.

Mendengar teriakan itu, tersangka berlari menghampiri korban yang memegang dada kanannya. Sampai di tempat korban, tersangka spontan berteriak minta tolong.

Bos Salah Tembak di Maron Jadi Tersangka

Teriakan itu didengar istri tersangka, Maria yang saat itu ada di dalam rumah. Ia pun berlari menghampiri suaminya yang saat itu memangku tubuh korban.

Melihat suaminya panik dan hendak memindahkan tubuh korban, Maria berlari ke rumah meminta pertolongan. Dia lantas bertemu dengan Hamid dan Umar, warga setempat yang saat itu menebang bambu di selatan rumah tersangka.

MOST READ

BERITA TERBARU

/