Anggota DPRD Kab Probolinggo Jadi Tersangka Korupsi Bantuan Pertanian

KRAKSAAN, Radar Bromo – Daftar anggota DPRD Kabupaten Probolinggo yang berurusan dengan hukum bertambah. Usai anggota dewan dari Gerindra terjerat kasus ijazah palsu, kali ini giliran anggot adari PKB yang terjerat kasus dugaan korupsi bantuan mesin penggilingan padi dan jagung dari Kementerian Pertanian.

Anggota dewan itu diketahui bernama Ahsan, asal Desa Bayeman, Kecamatan Tongas. Saat ini, Ahsan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.

Penetapan tersangka tersebut, karena politisi dari partai PKB itu diduga korupsi dana bantuan dari Kementan. Penetapan tersangkanya sendiri dilakukan kejaksaan 22 Januari lalu.

Itu, berdasarkan penyelidikan yang dilakukan pihaknya sejak pertengahan tahun lalu. Sejauh ini, empat saksi telah diperiksa dalam perkara tersebut.

“Korupsi bantuan pengadaan mesin penggilingan padi dan jagung pada kementan LM3 (Lembaga Mandiri yang Mengakar di Masyarakat) pada tahun 2014,” kata Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Probolinggo, Novan Basuki.

Dalam proposalnya disebutkan Novam, tersangka menggunakan nama Yayasan Assakdiyah Desa Dungun, Kecamatan Tongas. Namun, ketika disurvei, yang bersangkutan malah menunjuk salah satu pabrik giling milik orang lain.

Itu dilakukan sebagai bukti fisik. Tetapi, itu bukan milik yayasan. “Dalam Pengadaan berdana Rp 110.500.000. Oleh tersangka hanya disisakan Rp 33 juta untuk yayasan yang diberikan pada Ilmiyah bendahara yayasan,” kata Novan.

Sementara itu, sampai berita ini ditulis, Ahsan belum bisa dikonfirmasi. Penasihat hukumnya juga belum berhasil dihubungi. (sid/mie)