alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Terpergok Curi Murai di Ngemplakrejo, Pria Ini Babak Belur Dihajar

PASURUAN, Radar Bromo – Arif tentu sudah berhitung matang sebelum beraksi. Jika berhasil mencuri burung murai, dia pasti bisa dapat cuan banyak. Dijual ke sesama kicau mania saja, harga murai itu sekitar Rp 5 juta. Tapi, sayang, aksinya tepergok massa. Dia babak-belur.

Pencurian itu terjadi di Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, Rabu (9/2) malam. Malam itu, Arif benar-benar apes. Dia mengira pemilik burung itu sudah tidur. Jam sudah menunjukkan pukul 23.00.

Tapi, perhitungan Arif salah besar. Mulyadi, 41, pemilik burung kicau berekor panjang itu ternyata masih leyeh-leyeh di ruang tengah sembari menonton televisi. Curiga dengan suara berisik di teras rumahnya, Mulyadi seketika beranjak. Dia sudah menduga ada orang yang hendak berbuat jahat di rumahnya. Apalagi, burung murai miliknya memang berada di luar.

Dengan tenang, Mulyadi memastikan ada apa sebenarnya di luar rumahnya. Dia mengintip situasi di luar melalui kaca jendela. Tak salah lagi, Mulyadi melihat burungnya tengah dicuri. Arif sudah mengambil burung dalam sangkar itu sembari menaiki tong yang dibalik.

Tanpa pikir panjang, Mulyadi langsung keluar rumah dan berteriak sekencangnya, ”Maliiing. Maliiing.” Terang saja Arif panik. Dia langsung berusaha kabur dengan melompati pintu pagar rumah Mulyadi. Beberapa warga sekitar sudah keluar rumah. Siap meringkusnya.

Arif masih mencari celah. Dia lari ke area lahan kosong. Dia dikejar. Kurang lebih selama 30 menit kemudian, Arif tertangkap. Aksi Arif membuat warga geram. Mereka menghadiahinya bogem mentah. Polisi yang datang langsung melerai. Namun, kondisi Arif sudah babak belur. Kepalanya penuh luka.

”Pelaku kemudian dirawat di rumah sakit karena luka akibat dipukuli massa,” kata Kanit Reskrim Polsek Purworejo Iptu Agung Sujatmiko.

Setelah mendapat penanganan medis, kata Agung, Arif ditahan. Pemuda yang diketahui sebagai warga Kelurahan Trajeng, Kecamatan Panggungrejo, tersebut dijerat Pasal 363 KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan.

”Ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara,” kata Agung. (tom/far)

PASURUAN, Radar Bromo – Arif tentu sudah berhitung matang sebelum beraksi. Jika berhasil mencuri burung murai, dia pasti bisa dapat cuan banyak. Dijual ke sesama kicau mania saja, harga murai itu sekitar Rp 5 juta. Tapi, sayang, aksinya tepergok massa. Dia babak-belur.

Pencurian itu terjadi di Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, Rabu (9/2) malam. Malam itu, Arif benar-benar apes. Dia mengira pemilik burung itu sudah tidur. Jam sudah menunjukkan pukul 23.00.

Tapi, perhitungan Arif salah besar. Mulyadi, 41, pemilik burung kicau berekor panjang itu ternyata masih leyeh-leyeh di ruang tengah sembari menonton televisi. Curiga dengan suara berisik di teras rumahnya, Mulyadi seketika beranjak. Dia sudah menduga ada orang yang hendak berbuat jahat di rumahnya. Apalagi, burung murai miliknya memang berada di luar.

Dengan tenang, Mulyadi memastikan ada apa sebenarnya di luar rumahnya. Dia mengintip situasi di luar melalui kaca jendela. Tak salah lagi, Mulyadi melihat burungnya tengah dicuri. Arif sudah mengambil burung dalam sangkar itu sembari menaiki tong yang dibalik.

Tanpa pikir panjang, Mulyadi langsung keluar rumah dan berteriak sekencangnya, ”Maliiing. Maliiing.” Terang saja Arif panik. Dia langsung berusaha kabur dengan melompati pintu pagar rumah Mulyadi. Beberapa warga sekitar sudah keluar rumah. Siap meringkusnya.

Arif masih mencari celah. Dia lari ke area lahan kosong. Dia dikejar. Kurang lebih selama 30 menit kemudian, Arif tertangkap. Aksi Arif membuat warga geram. Mereka menghadiahinya bogem mentah. Polisi yang datang langsung melerai. Namun, kondisi Arif sudah babak belur. Kepalanya penuh luka.

”Pelaku kemudian dirawat di rumah sakit karena luka akibat dipukuli massa,” kata Kanit Reskrim Polsek Purworejo Iptu Agung Sujatmiko.

Setelah mendapat penanganan medis, kata Agung, Arif ditahan. Pemuda yang diketahui sebagai warga Kelurahan Trajeng, Kecamatan Panggungrejo, tersebut dijerat Pasal 363 KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan.

”Ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara,” kata Agung. (tom/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/