alexametrics
25C
Probolinggo
Sunday, 17 January 2021

Juragan Bawang di Banyuanyar Lor Dirampok, Emas 46 Gram-Duit Amblas

GENDING, Radar Bromo – Kawanan perampok kembali beraksi di Probolinggo. Belum juga terungkap aksi perampokan di rumah ketua PAN mantan anggota DPRD Kabupaten Probolinggo di Pendil, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo.

Minggu (10/1), kawanan pelaku bersenjata celurit mengacak-acak rumah juragan bawang, Haji Arusi Nato, 62. Empat pelaku masuk ke rumah Rusi –panggilannya-, Minggu dini hari. Mereka menggasak perhiasan emas total 46 gram dan uang tunai Rp 29,2 juta.

Perampokan menyeramkan itu terjadi di rumah Rusi di RT 15/RW 5, Kecamatan Banyuanyar Lor, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Rumah korban Rusi yang berada di tengah sawah diduga memudahkan para pelaku beraksi.

Dari informasi yang dihimpun, perampokan itu terjadi pukul 02.00. Saat itu seisi rumah sedang tidur lelap. Rusi tidur di kamar belakang sendirian. Lalu, istri korban yang biasa dipanggil Bu Rusi, tidur sendirian di sebelah kamar Rusi.

Selain itu, di kamar depan ada anak, menantu, dan cucu korban yang tidur di satu kamar. Yaitu, Yuliani, 31 dan suaminya, Edi Suwardi, 40, bersama anak mereka.

KORBAN: Yuliani, 31 dan suaminya, Edi Suwardi, 40, di kamar mereka. Sejumlah petugas Polsek Gending sedang meminta keterangan dari keduanya.

Di sebelah kamar Yuliani masih ada dua kamar lain. Namun, dua kamar itu kosong alias tidak ditempati.

Kapolsek Gending AKP Ohim membenarkan perampokan itu. Menurutnya, kawanan perampok berjumlah empat orang. Mereka membawa senjata tajam (sajam) jenis celurit.

Berdasarkan keterangan sementara dari para saksi, diduga kawanan perampok itu datang dari arah selatan dengan jalan kaki. Mereka lantas melompati pagar selatan rumah untuk masuk ke halaman rumah korban.

Setelah melompati pagar, seorang pelaku mencongkel jendela rumah yang ada di sebelah selatan. Tepat di samping pintu rumah sebelah selatan.

“Jadi rumah korban ini punya dua pintu, yaitu di barat dan selatan. Pelaku mencongkel jendela yang ada di selatan, di sebelahnya pintu masuk selatan,” tutur Kapolsek.

Setelah pintu berhasil dicongkel, satu pelaku masuk. Dia lantas membuka pintu selatan rumah itu. Ketiga rekannya pun masuk lewat pintu selatan.

Begitu di dalam rumah, empat pelaku menyebar ke tiga kamar yang ditempati para penghuni rumah. Semua kamar itu dalam kondisi tidak dikunci.

Dua orang masuk ke kamar anak korban, yaitu kamar Yuliani dan suaminya, Edi Suwardi beserta anak mereka. Kamar ini ada di posisi paling depan, di sebelah utara.

Lalu, satu orang masuk ke kamar belakang yang ditempati korban Haji Rusi, posisinya ada di timur. Satu orang lagi masuk ke kamar Bu Rusi, istri korban. Posisinya tepat di sebelah kamar korban.

Rumah Ketua PAN Eks DPRD Kab Probolinggo Dirampok, Rp 50 Juta Raib

Dua pelaku yang masuk ke kamar Yuliani dan Edi, sempat dipergoki Edi. Saat pintu dibuka, Edi terbangun. Namun, Edi langsung diacungi celurit oleh dua pelaku. Sehingga, Edi pun tidak bisa melawan.

Karena korban tidak melawan, pelaku dengan leluasa mengacak-acak kamar tersebut untuk mencari benda berharga. Dua pelaku lain juga mengacak-acak kamar korban Rusi dan kamar istri korban. Sementara satu orang berjaga di ruang tamu.

Di kamar Yuliani dan Edi, pelaku menggasak uang tunai Rp 4,2 juta dan gelang emas 8,3 gram. Lalu di kamar Bu Rusi, pelaku mengambil gelang emas 18,9 gram dan kalung emas 6,8 gram. Dan di kamar Haji Rusi, pelaku menggondol uang Rp 25 juta dan kalung emas 12 gram

Total, perhiasan emas yang digasak pelaku mencapai 46 gram dengan nilai sekitar Rp 37,8 juta. Sementara uang tunai yang diambil total Rp 29,2 juta. Sehingga, korban menderita kerugian total Rp 67 juta.

“Jadi pelaku ini menyebar. Ada yang masuk ke kamar-kamar dan mengambil uang dan perhiasan. Ada juga yang berjaga di ruang tamu. Diduga pelaku ada empat orang,” ujarnya.

Setelah berhasil mendapatkan perhiasan dan uang, para pelaku pun kabur. Mereka lari ke arah selatan melalui pintu selatan rumah itu.

“Setelah mendapat uang dan sejumlah perhiasan, para pelaku kabur lewat pintu samping lagi. Kemudian lari ke arah selatan. Para pelaku berjalan kaki ke selatan, tidak menggunakan kendaraan,” ujarnya.

Petugas Polsek Gending yang mendapat laporan perampokan itu dari keluarga korban, lantas mendatangi lokasi kejadian. Siang dilakukan olah TKP. Petugas juga meminta keterangan para saksi di rumah itu. Salah satunya dari Yuliani dan suaminya, Edi.

Atas kejadian tersebut, pihaknya menurut Kapolsek Gending, juga telah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat dan jajaran terkait lain. Pihaknya minta penjagaan swadaya diperketat, seperti ronda malam. Tujuannya, untuk mengantisipasi terjadinya hal serupa atau tindak pidana lainnya.

“Kejadian ini masih dalam penyelidikan. Kami telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memperketat penjagaan. Salah satunya seperti ronda malam. Begitupun dari pihak kami, patroli akan terus digalakkan,” ujarnya. (mu/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU