Pamitan ke WC, Warga Legundi Alami Delapan Luka Bacokan

BANTARAN – Aksi pembacokan kembali terjadi di wilayah Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo. Usai Sabtu malam (8/9) lalu terjadi di Desa Gunungtugel, Minggu malam (9/9) aksi pembacokan terjadi di Desa Legundi.

Sekitar pukul 20.00, Hasyim 38, warga Alas Keluang ditemukan bersimbah darah. Ia mengalami sekitar delapan luka bacokan di sekujur tubuhnya.

Hasyim ditemukan bersimbah darah tak jauh dari rumah Misri, saudaranya. Atau sekitar 50 meteran dari rumahnya. “Warga datang usai sebelumnya mendengar teriakan minta tolong dari Hasyim,” kata Arwi.

Sejauh ini, belum diketahui jelas aksi penganiayaan pada Hasyim. Sebab, Hasyim yang alami luka serius, belum bisa bercerita soal insiden yang dialaminya. Kepada sejumlah warga yang menolongnya, Hasyim hanya mengaku dikeroyok sejumlah orang.

Menurut keterangan keluarganya, korban sendiri keluar rumah untuk pamitan ke WC umum. “Korban tak punya kamar mandi. Malam itu pamitannya keluar cari WC,” jelas Arwi.

Saat itu, suasana kampung sekitar memang tengah lengang. Saat itulah, tiba-tiba bapak dua anak itu ditemukan bersimbah darah dengan mengalami delapan luka bacokan.

“Keluarga juga kaget. Sebab, korban selama ini dikenal tak punya musuh,” aku Arwi.

Korban yang alami luka bacok di leher hingga perut itu pun lantas dibawa ke Puskesmas Bantaran. Lantaran lukanya serius, korban lantas dirujuk ke RSUD dr Moh Saleh.

Kapolsek Bantaran, Iptu Jamhari mengaku, pihaknya masih menyelidiki kasus itu. “Sejauh ini, kami masih lakukan penyelidikan,” katanya. (sid/mie)