26.9 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

Motor Modin Dicuri Bersama SIM dan ATM di Balai Desa Suwayuwo, Helm Ditinggal

SUKOREJO, Radar BromoTega benar maling motor ini. Mereka mencuri motor Pak Modin Ato’illah di Balai Desa Suwayuwo, Kecamatan Sukorejo. Lelaki 36 itu sedang bekerja saat sepeda motor Honda Beat hitam bernopol N 2478 TBN miliknya digondol pencuri. Tinggal helmnya saja.

Sehari-hari Ato’illah memang bekerja sebagai Kaur Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Desa Suwayuwo. Dia biasa dipanggil Pak Modin. Pada Selasa (9/8), sekitar pukul 11.06, Ato’illah berada di dalam kantor desa. Motornya diparkir di halaman balai desa. Dia selesai bekerja sekitar pukul 11.30.

”Saat mau pulang, motor saya sudah hilang. Tinggal helmnya saja,” kata Ato’illah kepada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Padahal, lanjut dia, sepeda motor itu parkir di halaman kantor desa. Sudah terkunci setir juga. Beberapa motor lain parkir di sekitarnya, milik perangkat desa setempat. Mereka sama-sama berada di dalam kantor desa mulai pukul 08.00.

”Jadi, tidak tahu pencuri motornya,” beber Ato’illah.

Yang semakin menyedihkan, lanjut dia, surat-surat kendaraan dan dokumen lain ditaruh di dalam jok motor yang hilang itu. Jadi, semuanya amblas. Ada KTP, SIM, kartu ATM, dan buku tabungan. Dompetnya juga. Malam harinya, korban datang ke Mapolsek Sukorejo. Dia melaporkan kejadian pencurian motor yang menimpanya.

Kapolsek Sukorejo AKP Safiudin menyatakan telah menerima laporan korban. Kasusnya masih diselidiki. Pelakunya belum terungkap. ”Diduga dilakukan dua orang. Masing-masing joki dan eksekutor,” jelasnya. (zal/far)

 

 

SUKOREJO, Radar BromoTega benar maling motor ini. Mereka mencuri motor Pak Modin Ato’illah di Balai Desa Suwayuwo, Kecamatan Sukorejo. Lelaki 36 itu sedang bekerja saat sepeda motor Honda Beat hitam bernopol N 2478 TBN miliknya digondol pencuri. Tinggal helmnya saja.

Sehari-hari Ato’illah memang bekerja sebagai Kaur Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Desa Suwayuwo. Dia biasa dipanggil Pak Modin. Pada Selasa (9/8), sekitar pukul 11.06, Ato’illah berada di dalam kantor desa. Motornya diparkir di halaman balai desa. Dia selesai bekerja sekitar pukul 11.30.

”Saat mau pulang, motor saya sudah hilang. Tinggal helmnya saja,” kata Ato’illah kepada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Padahal, lanjut dia, sepeda motor itu parkir di halaman kantor desa. Sudah terkunci setir juga. Beberapa motor lain parkir di sekitarnya, milik perangkat desa setempat. Mereka sama-sama berada di dalam kantor desa mulai pukul 08.00.

”Jadi, tidak tahu pencuri motornya,” beber Ato’illah.

Yang semakin menyedihkan, lanjut dia, surat-surat kendaraan dan dokumen lain ditaruh di dalam jok motor yang hilang itu. Jadi, semuanya amblas. Ada KTP, SIM, kartu ATM, dan buku tabungan. Dompetnya juga. Malam harinya, korban datang ke Mapolsek Sukorejo. Dia melaporkan kejadian pencurian motor yang menimpanya.

Kapolsek Sukorejo AKP Safiudin menyatakan telah menerima laporan korban. Kasusnya masih diselidiki. Pelakunya belum terungkap. ”Diduga dilakukan dua orang. Masing-masing joki dan eksekutor,” jelasnya. (zal/far)

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/