alexametrics
24.6 C
Probolinggo
Monday, 8 August 2022

Kejari Masih Siapkan Konstruksi Dakwaan Eks Kepala Pasar Probolinggo

MAYANGAN, Radar Bromo – Penyidikan kasus korupsi dengan tersangka Mantan Kepala UPT Pasar Kota Probolinggo M. Arif Billah, terus diproses. Kini, berkasnya memang belum tahap II. Kejari Kota Probolinggo menyebutkan, masih menyusun konstruksi dakwaan.

Namun, pengacara terdakwa, SW Djando Gadohoka mengatakan, kliennya berpeluang keluar dari tanahan. Sebab, masa penahanannya akan habis pada 16 Juni 2021. Apabila penyidik tak kunjung merampungkan berkasnya, kata Djando, kliennya yang kini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Probolinggo, harus dilepaskan.

Kata Djando, sudah dua kali masa penahanan kliennya diperpanjang. Sementara, berkas perkaranya tak kunjung masuk tahap II. Dengan demikian, jika sampai 17 Juni tidak ada jadwal sidang dari Pengadilan Tipikor, kliennya harus dikeluarkan dari tahanan.

Menurutnya, hal itu diatur dalam pasal 20, pasal 21, dan pasal 29 KUHAP. “Sampai sekarang belum tahap II. Artinya, jika tahap II saja belum, maka pelimpahan ke pengadilan juga masih belum. Jika sampai batas akhir masa penahanan (16 Juni) tidak ada sidang, maka Arif harus dikeluarkan. Hal ini demi hukum. Sebab, masa perpanjangan, baik di tingkat penyidikan dan penuntutan dari Kejari sudah selesai,” ujarnya, Rabu (9/6).

Menurutnya, memang jika sebelum 16 Juni sudah ada tahap II dan sudah dilimpahkan ke pengadilan, bisa jadi kliennya jadi tahanan pengadilan. Namun, hal itu jika sudah teregister. “Selama saya nangani kasus, baru kali ini masa penahannya paling lama. Biasanya hanya perpanjangan satu kali. Ini sudah 3 kali,” jelasnya.

Terpisah, Kasi Intel Kejari Kota Probolinggo Benny Briyandono mengakui, sejauh ini kasus Arif belum memasuki tahap II. Namun, hal itu akan dilakukan dalam waktu dekat. Kini, menurutnya, penyidik tengah menyiapkan konstruksi dakwaan.

“Nanti jika tergesa-gesa, ketika sidang dieksepsi langsung mentah. Jadi, saat ini kami sedang menyiapkan konstruksi dakwaan dengan kuat. Infonya untuk tahap II tidak akan sampai ganti bulan (Juni),” katanya.

Yang jelas, kata Benny, pada dasarnya penahanan seseorang dilengkapi administrasi lengkap. Jika tidak ada, akan dilepaskan. Karenanya, apakah pada 17 Juni Arif bisa dilepaskan atau tidak, akan diketahui pada hari itu juga.

“Intinya, seseorang itu ditahan harus ada administrasinya. Surat penahanannya ada, dan lainnya. Jika tidak, maka seseorang itu harus dikeluarkan,” ujar Benny. (rpd/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo – Penyidikan kasus korupsi dengan tersangka Mantan Kepala UPT Pasar Kota Probolinggo M. Arif Billah, terus diproses. Kini, berkasnya memang belum tahap II. Kejari Kota Probolinggo menyebutkan, masih menyusun konstruksi dakwaan.

Namun, pengacara terdakwa, SW Djando Gadohoka mengatakan, kliennya berpeluang keluar dari tanahan. Sebab, masa penahanannya akan habis pada 16 Juni 2021. Apabila penyidik tak kunjung merampungkan berkasnya, kata Djando, kliennya yang kini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Probolinggo, harus dilepaskan.

Kata Djando, sudah dua kali masa penahanan kliennya diperpanjang. Sementara, berkas perkaranya tak kunjung masuk tahap II. Dengan demikian, jika sampai 17 Juni tidak ada jadwal sidang dari Pengadilan Tipikor, kliennya harus dikeluarkan dari tahanan.

Menurutnya, hal itu diatur dalam pasal 20, pasal 21, dan pasal 29 KUHAP. “Sampai sekarang belum tahap II. Artinya, jika tahap II saja belum, maka pelimpahan ke pengadilan juga masih belum. Jika sampai batas akhir masa penahanan (16 Juni) tidak ada sidang, maka Arif harus dikeluarkan. Hal ini demi hukum. Sebab, masa perpanjangan, baik di tingkat penyidikan dan penuntutan dari Kejari sudah selesai,” ujarnya, Rabu (9/6).

Menurutnya, memang jika sebelum 16 Juni sudah ada tahap II dan sudah dilimpahkan ke pengadilan, bisa jadi kliennya jadi tahanan pengadilan. Namun, hal itu jika sudah teregister. “Selama saya nangani kasus, baru kali ini masa penahannya paling lama. Biasanya hanya perpanjangan satu kali. Ini sudah 3 kali,” jelasnya.

Terpisah, Kasi Intel Kejari Kota Probolinggo Benny Briyandono mengakui, sejauh ini kasus Arif belum memasuki tahap II. Namun, hal itu akan dilakukan dalam waktu dekat. Kini, menurutnya, penyidik tengah menyiapkan konstruksi dakwaan.

“Nanti jika tergesa-gesa, ketika sidang dieksepsi langsung mentah. Jadi, saat ini kami sedang menyiapkan konstruksi dakwaan dengan kuat. Infonya untuk tahap II tidak akan sampai ganti bulan (Juni),” katanya.

Yang jelas, kata Benny, pada dasarnya penahanan seseorang dilengkapi administrasi lengkap. Jika tidak ada, akan dilepaskan. Karenanya, apakah pada 17 Juni Arif bisa dilepaskan atau tidak, akan diketahui pada hari itu juga.

“Intinya, seseorang itu ditahan harus ada administrasinya. Surat penahanannya ada, dan lainnya. Jika tidak, maka seseorang itu harus dikeluarkan,” ujar Benny. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/