alexametrics
27.9 C
Probolinggo
Wednesday, 16 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

Kades Sekarputih Tetap Dilantik, LSM Graji Siap Gugat ke PTUN

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PASURUAN, Radar Bromo – Meski ada ketidakpuasan terhadap hasil pemilihan antarwaktu (PAW) kepala Desa Sekarputih, Kecamatan Gondang Wetan, Kades terpilih tetap dilantik. Pelantikan berlangsung bersama lima kades hasil PAW lain Rabu (9/6) pagi.

Pelantikan dilakukan langsung oleh Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf yang didampingi Wakil Bupati KH Abdul Mujib Imron di Pendapa Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti.

Mereka yang dilantik adalah Kades terpilih Desa Tunggul Wulung, Pandaan, Agung Fathur Rohman. Kemudian, Juma’asin, kades Semare, Kecamatan Kraton. Berikutnya, Kades Gempol, Kecamatan Gempol Muchammad Chamdi. Maksum, kades Bendungan, Kecamatan Kraton. Selain itu, Abdi, kades Trewung, Kecamatan Grati. Serta, Kades Sekarputih, Kecamatan Gondangwetan Kholifah, untuk masa jabatan 2019–2025.

Dalam sambutannya, Bupati Irsyad mengatakan, pengambilan sumpah/janji dan pelantikan kades terpilih merupakan suatu proses panjang yang dilakukan panitia pilkades PAW. Proses itu telah disepakati melalui musyawarah desa.

LANGKAH SERIUS: Umar Wirohadi menunjukkan tanda terima laporan tentang hasil pilkades PAW di Desa Sekarputih. (Foto: Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

”Ujung proses ini bukanlah akhir, melainkan awal pengabdian para kades untuk menjalankan roda pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat di masing-masing desa,” katanya.

Irsyad meminta para kades agar dapat bersikap baik dan berperilaku bijak. Dengan begitu, akan tercipta suasana yang kondusif di desa. Di samping itu, seorang kades harus dapat mengayomi dan melayani masyarakat tanpa membedakan latar belakangnya.

”Seorang Kades tidak hanya harus disegani, tapi juga bijaksana dan dicintai warganya. Dua hal itu harus dimiliki oleh seorang kades,” ungkapnya.

Gus Irsyad juga mengajak para kades terpilih agar langsung tancap gas dalam membantu pemerintah menangani Covid-19 di desa yang dipimpinnya. Lebih-lebih berkaca pada meningkatknya kasus Covid-19 di Madura akhir-akhir ini.

”Segera silaturahmi dengan tokoh masyarakat, alim ulama, guru, dan lainnya. Harus ada terobosan dari setiap kades agar warganya aman dari Covid-19. Semoga situasi ini terjaga, jangan sampai seperti di Madura,” tegasnya.

PAW Kades Sekarputih Diprotes, Tuding Ada Pelanggaran

Sementara itu, LSM Gerakan Anti Korupsi (Graji) melalui kuasa hukumnya, Umar Wirohadi, menanggapi santai pelantikan Kades Sekarputih itu. Menurut Umar, pelantikan tersebut tidak menjadi masalah. Memang sudah alurnya seperti itu.

”Memang setelah terpilih mekanismenya dilakukan pelantikan,” katanya.

Umar memastikan pihaknya terus melakukan upaya membela keadilan. Menurut dia, dalam PAW Desa Sekarputih itu, ada keanehan. Sehingga, pihaknya bakal melakukan gugatan ke Pengadilan Negeri Tata Usaha (PTUN).

“Yang pasti kami PTUN-kan. Kami telah siap bukti-buktinya. Pihak pemkab mengatakan bakal mengikuti sesuai dengan keputusan PTUN,” tuturnya.

Sebelumnya, LSM Graji memprotes gelaran PAW Desa Sekarputih, Kecamatan Gondang Wetan. Protes dilayangkan karena dinilai banyak keanehan dalam proses penyelenggaraan pemilihan. (sid/far)

Mobile_AP_Rectangle 1

PASURUAN, Radar Bromo – Meski ada ketidakpuasan terhadap hasil pemilihan antarwaktu (PAW) kepala Desa Sekarputih, Kecamatan Gondang Wetan, Kades terpilih tetap dilantik. Pelantikan berlangsung bersama lima kades hasil PAW lain Rabu (9/6) pagi.

Pelantikan dilakukan langsung oleh Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf yang didampingi Wakil Bupati KH Abdul Mujib Imron di Pendapa Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti.

Mereka yang dilantik adalah Kades terpilih Desa Tunggul Wulung, Pandaan, Agung Fathur Rohman. Kemudian, Juma’asin, kades Semare, Kecamatan Kraton. Berikutnya, Kades Gempol, Kecamatan Gempol Muchammad Chamdi. Maksum, kades Bendungan, Kecamatan Kraton. Selain itu, Abdi, kades Trewung, Kecamatan Grati. Serta, Kades Sekarputih, Kecamatan Gondangwetan Kholifah, untuk masa jabatan 2019–2025.

Mobile_AP_Half Page

Dalam sambutannya, Bupati Irsyad mengatakan, pengambilan sumpah/janji dan pelantikan kades terpilih merupakan suatu proses panjang yang dilakukan panitia pilkades PAW. Proses itu telah disepakati melalui musyawarah desa.

LANGKAH SERIUS: Umar Wirohadi menunjukkan tanda terima laporan tentang hasil pilkades PAW di Desa Sekarputih. (Foto: Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

”Ujung proses ini bukanlah akhir, melainkan awal pengabdian para kades untuk menjalankan roda pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat di masing-masing desa,” katanya.

Irsyad meminta para kades agar dapat bersikap baik dan berperilaku bijak. Dengan begitu, akan tercipta suasana yang kondusif di desa. Di samping itu, seorang kades harus dapat mengayomi dan melayani masyarakat tanpa membedakan latar belakangnya.

”Seorang Kades tidak hanya harus disegani, tapi juga bijaksana dan dicintai warganya. Dua hal itu harus dimiliki oleh seorang kades,” ungkapnya.

Gus Irsyad juga mengajak para kades terpilih agar langsung tancap gas dalam membantu pemerintah menangani Covid-19 di desa yang dipimpinnya. Lebih-lebih berkaca pada meningkatknya kasus Covid-19 di Madura akhir-akhir ini.

”Segera silaturahmi dengan tokoh masyarakat, alim ulama, guru, dan lainnya. Harus ada terobosan dari setiap kades agar warganya aman dari Covid-19. Semoga situasi ini terjaga, jangan sampai seperti di Madura,” tegasnya.

PAW Kades Sekarputih Diprotes, Tuding Ada Pelanggaran

Sementara itu, LSM Gerakan Anti Korupsi (Graji) melalui kuasa hukumnya, Umar Wirohadi, menanggapi santai pelantikan Kades Sekarputih itu. Menurut Umar, pelantikan tersebut tidak menjadi masalah. Memang sudah alurnya seperti itu.

”Memang setelah terpilih mekanismenya dilakukan pelantikan,” katanya.

Umar memastikan pihaknya terus melakukan upaya membela keadilan. Menurut dia, dalam PAW Desa Sekarputih itu, ada keanehan. Sehingga, pihaknya bakal melakukan gugatan ke Pengadilan Negeri Tata Usaha (PTUN).

“Yang pasti kami PTUN-kan. Kami telah siap bukti-buktinya. Pihak pemkab mengatakan bakal mengikuti sesuai dengan keputusan PTUN,” tuturnya.

Sebelumnya, LSM Graji memprotes gelaran PAW Desa Sekarputih, Kecamatan Gondang Wetan. Protes dilayangkan karena dinilai banyak keanehan dalam proses penyelenggaraan pemilihan. (sid/far)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2