alexametrics
27.2 C
Probolinggo
Sunday, 29 May 2022

Setelah Sugeng Winarto, Dua Terpidana Korupsi Aplikasi Kominfo Juga Bebas

PASURUAN, Radar BromoDua terdakwa dugaan kasus korupsi proyek aplikasi dibebaskan dari rumah tahanan. Para terdakwa yang tengah mengajukan upaya hukum kasasi atas putusan Pengadilan Tinggi Jawa Timur, berhak keluar dari penjara lantaran masa penahanannya sudah berakhir.

Kedua terdakwa yakni Fendy Krisdiyono, mantan Plt Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Pasuruan. Serta bekas bawahannya, Meindahlia Pratiwi yang menjadi pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam proyek aplikasi di dinas tersebut kala itu. Rabu (9/3) keduanya kembali menghirup udara segar.

Fendy dibebaskan dari Lapas IIB Pasuruan. Sementara Tiwi dikeluarkan dari Rutan Bangil. Keduanya dinyatakan bebas demi hukum. Sebab hingga detik-detik akhir masa penahanan, pihak Lapas maupun Rutan belum menerima petikan putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA) RI. Sedangkan masa penahanannya berakhir 9 Maret 2022.

Kasi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja Lapas IIB Pasuruan Wenda Indra Bahtiar mengaku, berkewajiban membebaskan terdakwa korupsi itu. Sebab pihaknya sudah tidak lagi memiliki dasar hukum yang kuat untuk tetap menahannya. Surat perpanjangan masa penahanan dari MA tak kunjung diterimanya. Termasuk putusan kasasi.

“Jadi dikeluarkannya Pak Fendy dari Lapas dikarenakan bebas demi hukum. Karena sampai 9 Maret kemarin, kami belum menerima putusan dari MA maupun perpanjangan penahanan,” beber Wenda.

Dia menegaskan, sebelum terdakwa dinyatakan bersalah dan perkaranya inkracht, Lapas hanya menerima titipan penahanan atas tindak pidana yang diperbuat. Namun penahanan tersebut juga harus disertai dasar yang kuat.

“Aturannya harus kami keluarkan. Kalau kami tetap menahan, justru kami yang salah,” ujarnya.

Baca Juga: Putusan MA; Mantan Plt Kadiskominfo Pasuruan Langsung Bebas dari Lapas

PASURUAN, Radar BromoDua terdakwa dugaan kasus korupsi proyek aplikasi dibebaskan dari rumah tahanan. Para terdakwa yang tengah mengajukan upaya hukum kasasi atas putusan Pengadilan Tinggi Jawa Timur, berhak keluar dari penjara lantaran masa penahanannya sudah berakhir.

Kedua terdakwa yakni Fendy Krisdiyono, mantan Plt Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Pasuruan. Serta bekas bawahannya, Meindahlia Pratiwi yang menjadi pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam proyek aplikasi di dinas tersebut kala itu. Rabu (9/3) keduanya kembali menghirup udara segar.

Fendy dibebaskan dari Lapas IIB Pasuruan. Sementara Tiwi dikeluarkan dari Rutan Bangil. Keduanya dinyatakan bebas demi hukum. Sebab hingga detik-detik akhir masa penahanan, pihak Lapas maupun Rutan belum menerima petikan putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA) RI. Sedangkan masa penahanannya berakhir 9 Maret 2022.

Kasi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja Lapas IIB Pasuruan Wenda Indra Bahtiar mengaku, berkewajiban membebaskan terdakwa korupsi itu. Sebab pihaknya sudah tidak lagi memiliki dasar hukum yang kuat untuk tetap menahannya. Surat perpanjangan masa penahanan dari MA tak kunjung diterimanya. Termasuk putusan kasasi.

“Jadi dikeluarkannya Pak Fendy dari Lapas dikarenakan bebas demi hukum. Karena sampai 9 Maret kemarin, kami belum menerima putusan dari MA maupun perpanjangan penahanan,” beber Wenda.

Dia menegaskan, sebelum terdakwa dinyatakan bersalah dan perkaranya inkracht, Lapas hanya menerima titipan penahanan atas tindak pidana yang diperbuat. Namun penahanan tersebut juga harus disertai dasar yang kuat.

“Aturannya harus kami keluarkan. Kalau kami tetap menahan, justru kami yang salah,” ujarnya.

Baca Juga: Putusan MA; Mantan Plt Kadiskominfo Pasuruan Langsung Bebas dari Lapas

MOST READ

BERITA TERBARU

/