Setahun, 45 Kasus Kriminal Libatkan Anak di Kab Pasuruan

BANGIL, Radar Bromo – Puluhan perkara yang melibatkan anak-anak masuk ke Polres Pasuruan setahun terakhir. Sebagian di antaranya sudah diselesaikan. Namun, beberapa lainnya masih dalam proses.

Kapolres Pasuruan AKBP Rofik Ripto Himawan menyampaikan, banyak perkara-perkara yang melibatkan anak ditangani Polres Pasuruan. Dari catatannya, ada setidaknya 45 kasus kriminal sepanjang 2019 hingga 2020.

Bukan hanya kasus penculikan, tetapi juga pencabulan hingga kasus-kasus lainnya. Dari jumlah itu, sebagian di antaranya mampu diselesaikan. Tercatat, ada 33 kasus yang sudah diselesaikan antara 2019 hingga 2020 ini.

“Salah satunya kasus hoax penculikan bayi. Ternyata, bukan sebuah penculikan, tetapi anak tersebut digadaikan oleh ibu kandungnya sendiri,” jelas Rofik di sela-sela kegiatan penerimaan penghargaan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Mapolres Pasuruan, kemarin (9/3).

Perwira polisi dengan dua melati di pundaknya itu menambahkan, yang lebih menjadi perhatiannya, berkaitan dengan kasus kecelakaan. Ternyata, kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak, cukup tinggi.

Ia menemukan sepanjang 2019, setidaknya ada 957 kasus anak. Dari jumlah itu, 92 kasus di antaranya merupakan kasus yang melibatkan anak. Sebagian karena anak-anak yang membawa motor sendiri. Ada pula yang kecelakaan saat seorang anak tersebut ikut berkendara dengan orang tuanya.

“Kami juga dilema, terkait anak-anak bawa motor ke sekolah. Karena tak semua jalur di Kabupaten Pasuruan dilalui kendaraan umum. Sehingga, orang tua terpaksa membiarkan anak-anaknya mengendarai motor sendiri,” sambungnya.

Ketua KPAI Arist Merdeka Sirait mengaku, mengapresiasi kinerja Polres Pasuruan dalam penanganan perkara anak-anak di Kabupaten Pasuruan. Sebab, banyak kasus yang diungkap. Salah satunya, kasus terkait penculikan.

Kasus itu belakangan diketahui hoax. Karena bukan diculik, melainkan digadaikan oleh ibu kandungnya. “Dengan pengungkapan itu, rasa khawatir orang tua sedikit berkurang dengan merebaknya isu penculikan anak. Ini yang kami apresiasi dari Polres Pasuruan,” jelasnya. (one/mie)