alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

3 Perampokan 3 Bulan Terakhir di Kab Probolinggo Belum Terungkap

DRINGU, Radar Bromo – Kasus pencurian dengan kekerasan (curas) atau perampokan beberapa kali terjadi di Kabupaten Probolinggo. Tercatat ada tiga kali perampokan yang terjadi tiga bulan terakhir. Namun hingga saat ini kepolisian belum berhasil mengungkap satu pun kasus.

Beredar isu bahwa perampokan itu terjadi karena faktor mendekati pilkades di Kabupaten Probolinggo. Namun Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy Irawan melalui Kasat Reskrim AKP Riski Santoso membantah hal tersebut.

Berdasar catatan Jawa Pos Radar Bromo, perampokan terakhir terjadi di Dusun Kalianyar, Desa Sumbersuko, Kecamatan Dringu, Minggu (7/2). Niron Eryo, 59, seorang pedagang cabai dirampok oleh kawanan yang mengaku berjumlah tujuh orang. Uang tunai hasil penjualan cabai Rp 25 juta dan yang pribadi Rp 650 ribu pun amblas.

Sebelumnya pada Minggu (10/1) perampokan menyeramkan terjadi di rumah juragan bawang, Haji Arusi Nato, 62, di RT 15/RW 5, Kecamatan Banyuanyar Lor, Kecamatan Gending. Saat itu kawanan pelaku bersenjata celurit mengacak-acak rumah korban. Mereka menggasak perhiasan emas total 46 gram dan uang tunai Rp 29,2 juta.

Dan di akhir tahun 2020, tepatnya Senin (28/12), kawanan perampok masuk ke rumah Ketua DPD Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Kabupaten Probolinggo Abdul Kholiq, 50, di Dusun Mangar, Desa Pendil, Kecamatan Banyuanyar. Dua perampok masuk melalui pagar belakang rumah dan mengancam penghuninya dengan celurit. Mereka menggasak Rp 50 juta uang korban.

Kasat Reskrim AKP Riski Santoso tidak menampik bahwa semua perampokan itu belum terungkap. Hingga saat ini, pihaknya masih berupaya untuk mengungkap kasus perampokan tersebut.

”Kami masih menyelidiki kasus pencurian dengan kekerasan itu. Hanya saja, kami masih belum menemukan titik terang terkait komplotan kasus pencurian tersebut. Karena, keterangan saksi ataupun korban sangat minim terkait komplotan pelaku tersebut,” katanya.

Pihaknya menurut Riski juga tidak bisa memastikan apakah pelaku perampokan itu adalah komplotan yang sama. Sebelum berhasil mengungkap pelaku, pihaknya masih belum dapat pastikan komplotan pelaku dan motifnya.

”Kami belum dapat pastikan itu, karena komplotan pelaku belum terungkap,” ujarnya.

Terkait isu yang beredar bahwa perampokan itu terjadi karena faktor menjelang pilkades, Kasat Reskrim pun membantah. Sebab, sampai ini belum terungkap siapa komplotan pelaku perampokan tersebut.

”Sejauh ini kami tegaskan tidak ada kaitannya dengan pilkades. Karena tidak ada bukti sampai sejauh itu,” tandasnya. (mas/hn)

DRINGU, Radar Bromo – Kasus pencurian dengan kekerasan (curas) atau perampokan beberapa kali terjadi di Kabupaten Probolinggo. Tercatat ada tiga kali perampokan yang terjadi tiga bulan terakhir. Namun hingga saat ini kepolisian belum berhasil mengungkap satu pun kasus.

Beredar isu bahwa perampokan itu terjadi karena faktor mendekati pilkades di Kabupaten Probolinggo. Namun Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy Irawan melalui Kasat Reskrim AKP Riski Santoso membantah hal tersebut.

Berdasar catatan Jawa Pos Radar Bromo, perampokan terakhir terjadi di Dusun Kalianyar, Desa Sumbersuko, Kecamatan Dringu, Minggu (7/2). Niron Eryo, 59, seorang pedagang cabai dirampok oleh kawanan yang mengaku berjumlah tujuh orang. Uang tunai hasil penjualan cabai Rp 25 juta dan yang pribadi Rp 650 ribu pun amblas.

Sebelumnya pada Minggu (10/1) perampokan menyeramkan terjadi di rumah juragan bawang, Haji Arusi Nato, 62, di RT 15/RW 5, Kecamatan Banyuanyar Lor, Kecamatan Gending. Saat itu kawanan pelaku bersenjata celurit mengacak-acak rumah korban. Mereka menggasak perhiasan emas total 46 gram dan uang tunai Rp 29,2 juta.

Dan di akhir tahun 2020, tepatnya Senin (28/12), kawanan perampok masuk ke rumah Ketua DPD Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Kabupaten Probolinggo Abdul Kholiq, 50, di Dusun Mangar, Desa Pendil, Kecamatan Banyuanyar. Dua perampok masuk melalui pagar belakang rumah dan mengancam penghuninya dengan celurit. Mereka menggasak Rp 50 juta uang korban.

Kasat Reskrim AKP Riski Santoso tidak menampik bahwa semua perampokan itu belum terungkap. Hingga saat ini, pihaknya masih berupaya untuk mengungkap kasus perampokan tersebut.

”Kami masih menyelidiki kasus pencurian dengan kekerasan itu. Hanya saja, kami masih belum menemukan titik terang terkait komplotan kasus pencurian tersebut. Karena, keterangan saksi ataupun korban sangat minim terkait komplotan pelaku tersebut,” katanya.

Pihaknya menurut Riski juga tidak bisa memastikan apakah pelaku perampokan itu adalah komplotan yang sama. Sebelum berhasil mengungkap pelaku, pihaknya masih belum dapat pastikan komplotan pelaku dan motifnya.

”Kami belum dapat pastikan itu, karena komplotan pelaku belum terungkap,” ujarnya.

Terkait isu yang beredar bahwa perampokan itu terjadi karena faktor menjelang pilkades, Kasat Reskrim pun membantah. Sebab, sampai ini belum terungkap siapa komplotan pelaku perampokan tersebut.

”Sejauh ini kami tegaskan tidak ada kaitannya dengan pilkades. Karena tidak ada bukti sampai sejauh itu,” tandasnya. (mas/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/