2019, 208 Korban Meninggal di Jalanan Pasuruan, Ini Upaya Polisi

BANGIL, Radar Bromo – Sebuah kecelakaan terjadi di wilayah Bangil. Kecelakaan itu, membuat seorang pengendara motor meninggal dunia di lokasi kejadian.

Petugas lalu lintas yang memperoleh informasi, langsung bergerak ke lokasi. Mereka kemudian mengevakuasi korban. Tak hanya itu, petugas juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kejadian kecelakaan itu, bukanlah hal sebenarnya. Hanya simulasi yang digelar Satlantas Polres Pasuruan. Saat ada kecelakaan, polisi harus memiliki kesigapan yang baik. Supaya, penanganan yang dilakukan bisa tepat.

“Karena itulah, kami melakukan coaching clinik TKP. Supaya anggota bisa lebih tanggap dalam menangani kasus kecelakaan di jalan raya,” ujar Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Bayu Halim.

Menurut Bayu, kasus kecelakaan di Kabupaten Pasuruan memang cukup tinggi. Bahkan, ada tren kenaikan antara kasus yang terjadi pada 2018 dengan 2019.

Pada 2018 lalu, setidaknya ada 875 kasus kecelakaan di jalan raya. Kecelakaan itu menyebabkan 190 orang meninggal dunia. Belum lagi yang mengalami luka berat dan luka ringan.

Ada dua orang yang mengalami luka berat sepanjang 2018. Sementara mereka yang mengalami luka ringan mencapai 1.145 orang. Angka itu menanjak pada 2019.

Pada 2019, ada kasus kecelakaan sebanyak 977 kejadian. Dari ratusan kecelakaan itu, 208 orang meninggal dunia. Sementara, 34 orang menderita luka berat dan 1.252 orang mengalami luka ringan.

Tingginya kasus kecelakaan itulah, kata Bayu, perlu disikapi. Selain pencegahan-pencegahan juga penanganan saat terjadinya kecelakaan. “Seperti yang kami lakukan hari ini (kemarin, Red). Melalui pelatihan penanganan olah TKP ini, diharapkan anggota bisa lebih memahami apa yang harus dilakukan saat ada kejadian kecelakaan,” jelasnya.

Selain itu, kondisi jalan dan ketersediaan rambu-rambu lalu lintas juga jadi perhatian untuk bisa menekan angka kecelakaan. (one/mie)