alexametrics
28.3 C
Probolinggo
Tuesday, 5 July 2022

Polisi Buru Om-om yang Setubuhi Gadis Pasuruan di Vila

BANGIL, Radar Bromo – Sudah satu bulan berlalu. Petaka yang menimpa Melati (samaran) masih menjadi misteri. Bocah SD itu dicekoki minuman keras, disetubuhi, lalu ditinggal pergi oleh lelaki hidung belang di Tretes. Pelaku masih dicari.

Hingga Kamis (8/7), teka-teki tentang dugaan perdagangan manusia (trafficking) ini belum terpecahkan. Masih gelap gulita. Polisi sulit mengungkap kasus tersebut karena minimnya keterangan.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pasuruan Aiptu Nidhom mengatakan, berapa saksi telah diperiksa dalam kasus tersebut. Di antaranya, Melati yang masih 9 tahun dan tetangganya, LN, yang baru 17 tahun.

Semula, Melati disebut-sebut telah ”dijual” oleh LN kepada lelaki hidung belang asal Surabaya. Karena itu, muncul dugaan telah terjadi trafficking. Namun, belakangan dua gadis itu justru dianggap sebagai korban persetubuhan. Pelakunya adalah om-om hidung belang dari metropolis tersebut. Korbannya sama-sama masih di bawah umur.

”Kami masih memburu om-om itu untuk dimintai keterangan,” kata Nidhom saat mendampingi Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adhi Putranto kemarin (8/7).

Menurut Nidhom, kesimpulan bahwa dua perempuan bau kencur itu menjadi korban didasari hasil pemeriksaan. Keterangan dari kedua saksi korban tersebut. ”Makanya, kami sedang mengejar mereka untuk dimintai keterangan,” imbuhnya.

Petaka yang menimpa Melati terjadi pada Selasa (8/6). Saat itu, bocah kelas IV SD tersebut diajak LN jalan-jalan ke Taman Dayu, Pandaan. LN yang kelas XI SMA itu berangkat bareng dengan Melati. Selain mereka, ada ED, 20 dan pacarnya, HR, 16. Semua masih satu kampung di Sukorejo.

Keempatnya naik kendaraan umum ke Taman Dayu, Pandaan. Di sana, sudah ada lelaki yang menunggu. Hidung belang asal Surabaya. Setelah itu, keempatnya diajak om-om ke Tretes. Disewakan vila.

Pasangan ED dan HR memilih masuk satu kamar. Sementara Melati dicekoki minuman keras. Baik oleh LN maupun lelaki asal Surabaya itu. Bocah SD itu pun kelenger. Mabuk. Dalam kondisi setengah sadar, dia diseret ke kamar. Perbuatan durjana itu pun terjadi. Melati dinodai. Namun, LN pun mengaku dirinya tak luput dari nafsu om-om tersebut. Disetubuhi juga.

Setelah puas menuruti nafsunya, om-om itu kemudian pergi dari vila. Mereka ditinggalkan. Penjaga vila yang kemudian mengantar Melati pulang ke Sukorejo. Saat itulah, muncul kabar Melati jadi korban trafficking. Dia dijual kepada om-om. (one/far)

BANGIL, Radar Bromo – Sudah satu bulan berlalu. Petaka yang menimpa Melati (samaran) masih menjadi misteri. Bocah SD itu dicekoki minuman keras, disetubuhi, lalu ditinggal pergi oleh lelaki hidung belang di Tretes. Pelaku masih dicari.

Hingga Kamis (8/7), teka-teki tentang dugaan perdagangan manusia (trafficking) ini belum terpecahkan. Masih gelap gulita. Polisi sulit mengungkap kasus tersebut karena minimnya keterangan.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pasuruan Aiptu Nidhom mengatakan, berapa saksi telah diperiksa dalam kasus tersebut. Di antaranya, Melati yang masih 9 tahun dan tetangganya, LN, yang baru 17 tahun.

Semula, Melati disebut-sebut telah ”dijual” oleh LN kepada lelaki hidung belang asal Surabaya. Karena itu, muncul dugaan telah terjadi trafficking. Namun, belakangan dua gadis itu justru dianggap sebagai korban persetubuhan. Pelakunya adalah om-om hidung belang dari metropolis tersebut. Korbannya sama-sama masih di bawah umur.

”Kami masih memburu om-om itu untuk dimintai keterangan,” kata Nidhom saat mendampingi Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adhi Putranto kemarin (8/7).

Menurut Nidhom, kesimpulan bahwa dua perempuan bau kencur itu menjadi korban didasari hasil pemeriksaan. Keterangan dari kedua saksi korban tersebut. ”Makanya, kami sedang mengejar mereka untuk dimintai keterangan,” imbuhnya.

Petaka yang menimpa Melati terjadi pada Selasa (8/6). Saat itu, bocah kelas IV SD tersebut diajak LN jalan-jalan ke Taman Dayu, Pandaan. LN yang kelas XI SMA itu berangkat bareng dengan Melati. Selain mereka, ada ED, 20 dan pacarnya, HR, 16. Semua masih satu kampung di Sukorejo.

Keempatnya naik kendaraan umum ke Taman Dayu, Pandaan. Di sana, sudah ada lelaki yang menunggu. Hidung belang asal Surabaya. Setelah itu, keempatnya diajak om-om ke Tretes. Disewakan vila.

Pasangan ED dan HR memilih masuk satu kamar. Sementara Melati dicekoki minuman keras. Baik oleh LN maupun lelaki asal Surabaya itu. Bocah SD itu pun kelenger. Mabuk. Dalam kondisi setengah sadar, dia diseret ke kamar. Perbuatan durjana itu pun terjadi. Melati dinodai. Namun, LN pun mengaku dirinya tak luput dari nafsu om-om tersebut. Disetubuhi juga.

Setelah puas menuruti nafsunya, om-om itu kemudian pergi dari vila. Mereka ditinggalkan. Penjaga vila yang kemudian mengantar Melati pulang ke Sukorejo. Saat itulah, muncul kabar Melati jadi korban trafficking. Dia dijual kepada om-om. (one/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/