alexametrics
24C
Probolinggo
Saturday, 23 January 2021

Dua Bersaudara Ini Berkomplot Gondol Burung Murai, Dalihnya Terlilit Utang Bank

MAYANGAN,Radar Bromo – Beralasan memiliki utang di bank, membuat Ilyas Royan Suro, 27, gelap mata. Seorang cleaning service di kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Probolinggo itu mengajak saudaranya nyolong. Karenanya, kini mereka harus berurusan dengan polisi.

Ilyas mengajak sepupunya, Zainal Arifin, 22, mencuri burung murai batu milik Moh. Totok, warga Perum Klaster Serayu, Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Kedua tersangka yang sama-sama warga Kelurahan Sumberwetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, itu menggondol burung dan sangkarnya, Selasa (2/6), sekitar pukul 18.30.

Saat itu korban menggantung burungnya di teras rumahnya. Karena hilang, kasus ini pun dilaporkan ke kepolisian. Di hadapan awak media, Senin (8/6), Ilyas mengaku terpaksa mencuri karena butuh uang untuk melunasi utangnya di bank. “Saya jual seharga Rp 2,2 juta. Saya butuh uang buat bayar utang,” ujarnya.

CURI MURAI: Kedua pelaku mencuri burung pada Selasa (2/6) Lalu. (Foto: Ridhowati Saputri/Radar Bromo)

Namun, dari hasil penyelidikan, bukan hanya kali ini Ilyas dan Zainal mencuri. Kepada penyidik, mereka mengaku sudah 3 kali nyolong burung bersama. Setiap beraksi, Ilyas berperan sebagai otak dan joki motor. Sedangkan, Zainal menjadi eksekutor. “Saya yang ambil kurungan itu. Saya diajak,” ujar Zainal.

Kini, mereka ditahan di Mapolres Probolinggo Kota. Keduanya disangka melanggar pasal 363 ayat (1) ke-3 dan ke-4 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota AKP Heri Sugiono mengatakan, keduanya diamankan di tempat berbeda tanpa perlawanan. Pertama, yang diamankan Zainal Arifin. Ia dibekuk ketika hendak menjual burungnya di Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu, Jumat (5/6). Berikutnya, Senin (8/6) sekitar pukul 06.15, polisi mengamankan Ilyas di tempat kerjanya.

“Dia (Ilyas) diamankan hari ini (8/6) di tempatnya bekerja sebagai cleaning service di kantor Dinas Perizinan Kabupaten Probolinggo. Dia bekerja dengan status outsourcing. Ilyas ini yang menjadi otak pencurian burung,” jelas Heri.

Terungkapnya kasus ini, setelah Ilyas menawarkan burung hasil curiannya kepada penghobi burung di Kecamatan Dringu. Ternyata, calon pembelinya mengenal burung murai batu itu milik siapa. Saat itulah, Zainal yang mengantarkan burung hasil curian itu diamankan polisi. (put/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU