Sopir Truk yang Tewas Tertabrak Anggun Krida Tinggalkan 2 Anak-Istri

PROBOLINGGO – Kesedihan dirasakan keluarga Sunarto, 40. Sopir truk asal Dusun Krajan RT 7/ RW 1 Desa Wates, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang itu tewas usai mengalami kecelakaan. Truk yang dikemudikannya terlibat tabrakan adu moncong dengan bus Akas 3 Anggun Krida di Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Selain Sunarto, sopir bus Kurniawan Wahyudi juga meregang nyawa. Ia sempat dilarikan ke IGD RSUD dr Moh Saleh, namun lantaran lukanya terlalu parah, ia akhirnya meninggal usai alami kecelakaan maut.

Endang, 45 bibi Sunarto saat tiba di kamar mayat RSUD dr Moh Saleh tak kuasa menahan tangis. Endang mengaku mengetahui kematian Sunarto saat diberitahu anggota keluarga yang lain.

“Sunarto ini empat bersaudara. Dia anak yang ketiga. Yang pertama dan kedua kembar. Baru Sunarto. Dan ada lagi adiknya,” terangnya.

Menurut Endang, pagi sebelumnya, Sunarto sempat beristirahat di rumahnya. Baru sekitar pukul 06.00 dia berangkat menuju Jakarta. “Truknya itu dari Banyuwangi mau ke Jakarta. Dia bawa muatan jeruk dan buah naga. Pagi sebelumnya, dia bersama kernetnya sempat istirahat di rumah istrinya di Desa Wates Wetan. Baru paginya berangkat,” terang Endang.

Keluarga pun tak menyangka nasibnya berakhir tragis. Sunarto merupakan tulang punggu keluarga. Akibat kecelakaan tersebut, dia meninggalkan dua anak dan istrinya. “Anaknya yang satu masih SMA dan yang satu usianya masih 5 tahun,” katanya. Sekitar pukul 12.00, Sunarto yang sudah dimandikan, dibawa pulang ke rumah duka menggunakan mobil ambulans. (rpd/rf/mie)