alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Rusak Mobil Orang, Peserta Balap Liar Dibekuk

BANGIL, Radar Bromo – Gara-gara tersulut emosi, Muhammad Purnomo, 30, berbuat nekat. Pria asal Pilangbango, Desa Gunungsari, Kecamatan Beji, ini merusak mobil orang.

Akibatnya, ia harus meringkuk di tahanan. Penahanan itu dilakukan setelah korban, Nurudin, 28, warga Suwayuwo, Kecamatan Sukorejo, tidak terima dengan perilaku bengal yang dilakukan Purnomo. Ia ditahan sejak Sabtu (4/4).

Kanit Jatanras Satreskrim Polres Pasuruan Iptu Maryana mengungkapkan, tersangka ditangkap di tepi jalan raya Gondanglegi, Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji, sekitar pukul 12.00. Penangkapan itu bermula dari tindak perusakan mobil yang dilakukan Kamis (2/4) dini hari.

Tersangka tidak sendirian. Karena ada beberapa rekannya yang kini masih dalam pengejaran. Menurut Maryana, perusakan mobil itu bermula ketika tersangka dan rekan-rekannya menggelar balap liar di jalan raya Bangil-Pandaan, Dusun Tudan, Desa Kemirisewu, Kecamatan Pandaan, sekitar pukul 02.00.

Saat sedang asyik menggelar balap liar itu, tiba-tiba muncul mobil Datsun Go Panca warna putih yang dikemudikan korban. Korban tidak sendirian. Karena waktu itu, bersama dengan istrinya, Musrifatus menumpangi mobil bernopol N 1082 PR.

Rupanya, kehadiran korban membuat tersangka dan rekan-rekannya kalang kabut. Mereka mengira, mobil yang melintas itu, adalah anggota polisi yang akan mengobrak kegiatan balap liar tersebut.

“Tapi, setelah didekati oleh pelaku, ternyata mobil tersebut bukanlah milik anggota kepolisian. Sehingga, membuat pelaku dan rekan-rekannya kesal,” kata Maryana saat mendampingi Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adrian Wimbarda.

Rasa kesal itu, dilampiaskannya dengan memukul kaca pintu menggunakan tangan sebanyak dua kali. Rupanya, hal itu tak membuat tersangka puas. Ia juga memukul pintu kaca itu dengan batu.

Korban yang ketakutan, langsung tancap gas. Namun, oleh tersangka, korban tak dibiarkan kabur begitu saja. Ia kemudian mengajak rekan-rekannya para pembalap untuk mengejar mobil korban dan melempari mobil korban dengan batu.

“Karena aksi itu, mobil korban mengalami rusak pada bodi depannya. Bahkan, kaca belakang mobilnya, juga pecah. Korban menderita kerugian hingga kurang lebih Rp 10 juta,” jelasnya.

Hal itulah yang membuat korban kemudian mengadukan tersangka ke polisi. Dari laporan itulah, petugas kemudian melakukan penelusuran, hingga berhasil menangkap satu tersangka. “Kami masih mendalami keterlibatan tersangka lainnya,” sambungnya.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, tersangka ternyata pernah mendekam di balik penjara sebelumnya. Ia ditahan atas kasus penganiayaan pada 2017. Gara-gara ulahnya itu, ia divonis 1 tahun 3 bulan.

Kini atas perbuatannya, tersangka disangkakan melanggar pasal 170 KUHP. Ancamannya, bisa 5 tahun penjara. (one/mie)

BANGIL, Radar Bromo – Gara-gara tersulut emosi, Muhammad Purnomo, 30, berbuat nekat. Pria asal Pilangbango, Desa Gunungsari, Kecamatan Beji, ini merusak mobil orang.

Akibatnya, ia harus meringkuk di tahanan. Penahanan itu dilakukan setelah korban, Nurudin, 28, warga Suwayuwo, Kecamatan Sukorejo, tidak terima dengan perilaku bengal yang dilakukan Purnomo. Ia ditahan sejak Sabtu (4/4).

Kanit Jatanras Satreskrim Polres Pasuruan Iptu Maryana mengungkapkan, tersangka ditangkap di tepi jalan raya Gondanglegi, Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji, sekitar pukul 12.00. Penangkapan itu bermula dari tindak perusakan mobil yang dilakukan Kamis (2/4) dini hari.

Tersangka tidak sendirian. Karena ada beberapa rekannya yang kini masih dalam pengejaran. Menurut Maryana, perusakan mobil itu bermula ketika tersangka dan rekan-rekannya menggelar balap liar di jalan raya Bangil-Pandaan, Dusun Tudan, Desa Kemirisewu, Kecamatan Pandaan, sekitar pukul 02.00.

Saat sedang asyik menggelar balap liar itu, tiba-tiba muncul mobil Datsun Go Panca warna putih yang dikemudikan korban. Korban tidak sendirian. Karena waktu itu, bersama dengan istrinya, Musrifatus menumpangi mobil bernopol N 1082 PR.

Rupanya, kehadiran korban membuat tersangka dan rekan-rekannya kalang kabut. Mereka mengira, mobil yang melintas itu, adalah anggota polisi yang akan mengobrak kegiatan balap liar tersebut.

“Tapi, setelah didekati oleh pelaku, ternyata mobil tersebut bukanlah milik anggota kepolisian. Sehingga, membuat pelaku dan rekan-rekannya kesal,” kata Maryana saat mendampingi Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adrian Wimbarda.

Rasa kesal itu, dilampiaskannya dengan memukul kaca pintu menggunakan tangan sebanyak dua kali. Rupanya, hal itu tak membuat tersangka puas. Ia juga memukul pintu kaca itu dengan batu.

Korban yang ketakutan, langsung tancap gas. Namun, oleh tersangka, korban tak dibiarkan kabur begitu saja. Ia kemudian mengajak rekan-rekannya para pembalap untuk mengejar mobil korban dan melempari mobil korban dengan batu.

“Karena aksi itu, mobil korban mengalami rusak pada bodi depannya. Bahkan, kaca belakang mobilnya, juga pecah. Korban menderita kerugian hingga kurang lebih Rp 10 juta,” jelasnya.

Hal itulah yang membuat korban kemudian mengadukan tersangka ke polisi. Dari laporan itulah, petugas kemudian melakukan penelusuran, hingga berhasil menangkap satu tersangka. “Kami masih mendalami keterlibatan tersangka lainnya,” sambungnya.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, tersangka ternyata pernah mendekam di balik penjara sebelumnya. Ia ditahan atas kasus penganiayaan pada 2017. Gara-gara ulahnya itu, ia divonis 1 tahun 3 bulan.

Kini atas perbuatannya, tersangka disangkakan melanggar pasal 170 KUHP. Ancamannya, bisa 5 tahun penjara. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/