alexametrics
27.5 C
Probolinggo
Saturday, 28 May 2022

Jadi Tersangka Hamili Keponakan, Oknum ASN di Sumber Tak Ditahan

SUMBER, Radar Bromo – Sdrn, seorang aparatur sipil negara (ASN) yang dinas di Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pemerkosaan pada keponakannya sendiri. Meski begitu, sejauh ini ia belum ditahan.

Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy Irawan melalui Kasat Reskrim AKP Rizki Santoso membenarkan bahwa terlapor Sdrn saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, Sdrn tidak datang pada panggilan pertamanya sebagai tersangka.

ASN di Sumber Perkosa Keponakan hingga Hamil

”Baru naik sebagai tersangka. Panggilan pertama sebagai tersangka tidak hadir. Penasihat hukumnya mengajukan penundaan pemeriksaan melalui surat,” katanya.

Kasat Reskrim sendiri enggan berkomentar saat dimintai tanggapan tentang pengakuan S bahwa dirinya mandul dan impoten sejak dua tahun terakhir. Pihaknya, menurut Kasat Reskrim, masih merangkai dan mengumpulkan bukti-bukti.

Warga Rusak Rumah ASN yang Hamili Keponakan di Sumber

Terpisah, Hasmoko selaku penasihat hukum tersangka Sdrn membenarkan bahwa kliennya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Itu sesuai surat panggilan pertama yang dilayangkan penyidik.

Namun, pihaknya tidak bisa hadir pada panggilan pertama. Sebab, ada kepentingan sidang di Surabaya. Sehingga, mengajukan penundaan pemeriksaan. ”Rencananya kami akan menghadiri panggilan pemeriksaan Senin besok (11/1),” ujarnya.

Hasmoko pun menegaskan, kliennya tidak pernah menyetubuhi korban SA yang keponakannya sendiri. Apalagi sampai menghamilinya.

ASN Kecamatan Sumber Jadi Tersangka Hamili Keponakan Sendiri

Kliennya memang sempat menghilang setelah dilaporkan keluarga korban SA. Namun, menurutnya, dia tidak melarikan diri. Melainkan hanya menyelamatkan diri dari amukan warga setempat.

”Klien kami bukan melarikan diri. Dia tinggal di rumahnya yang ada di Kota Probolinggo. Karena rumahnya sendiri di Pandansari, Sumber, rusak akibat diserang warga,” katanya.

Status Sdrn yang belum ditahan meski jadi tersangka itu pun membuat keluarga korban SA, 14 tak terima. SU, sang ayah korban SA mendesak Polres Probolinggo segera memproses dan menahan tersangka Sdrn.

Tepis Tuduhan Hamili Keponakan, Oknum ASN Ini Mengaku Impoten

SU saat dikonfirmasi mengatakan, sampai saat ini pihaknya menunggu pelaku yang telah menghamili anaknya ditangkap. Sebab, Sdrn tidak juga ditangkap walaupun sudah ditetapkan sebagai tersangka.

”Sekarang anak saya hamil 8 bulan akibat perbuatannya (Sdrn). Anak saya harus menanggung perbuatan darinya (Sdrn). Karena itu, kami dari keluarga ingin S segera ditahan dan diproses hukum,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo Jumat (8/1).

Seperti diberitakan sebelumnya, S, seorang ASN Kecamatan Sumber dilaporkan ke Polres Probolinggo atas dugaan memperkosa keponakan yang juga anak angkatnya. Yakni, SA, 14, warga Desa Pandansari, Kecamatan Sumber.

Setelah dilaporkan, S kabur dari rumah beserta keluarganya. Warga setempat sempat menggeruduk rumah S, dua hari setelah dilaporkan. Warga melempari rumahnya dengan batu hingga sejumlah bagian rusak. (mas/mie)

SUMBER, Radar Bromo – Sdrn, seorang aparatur sipil negara (ASN) yang dinas di Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pemerkosaan pada keponakannya sendiri. Meski begitu, sejauh ini ia belum ditahan.

Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy Irawan melalui Kasat Reskrim AKP Rizki Santoso membenarkan bahwa terlapor Sdrn saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, Sdrn tidak datang pada panggilan pertamanya sebagai tersangka.

ASN di Sumber Perkosa Keponakan hingga Hamil

”Baru naik sebagai tersangka. Panggilan pertama sebagai tersangka tidak hadir. Penasihat hukumnya mengajukan penundaan pemeriksaan melalui surat,” katanya.

Kasat Reskrim sendiri enggan berkomentar saat dimintai tanggapan tentang pengakuan S bahwa dirinya mandul dan impoten sejak dua tahun terakhir. Pihaknya, menurut Kasat Reskrim, masih merangkai dan mengumpulkan bukti-bukti.

Warga Rusak Rumah ASN yang Hamili Keponakan di Sumber

Terpisah, Hasmoko selaku penasihat hukum tersangka Sdrn membenarkan bahwa kliennya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Itu sesuai surat panggilan pertama yang dilayangkan penyidik.

Namun, pihaknya tidak bisa hadir pada panggilan pertama. Sebab, ada kepentingan sidang di Surabaya. Sehingga, mengajukan penundaan pemeriksaan. ”Rencananya kami akan menghadiri panggilan pemeriksaan Senin besok (11/1),” ujarnya.

Hasmoko pun menegaskan, kliennya tidak pernah menyetubuhi korban SA yang keponakannya sendiri. Apalagi sampai menghamilinya.

ASN Kecamatan Sumber Jadi Tersangka Hamili Keponakan Sendiri

Kliennya memang sempat menghilang setelah dilaporkan keluarga korban SA. Namun, menurutnya, dia tidak melarikan diri. Melainkan hanya menyelamatkan diri dari amukan warga setempat.

”Klien kami bukan melarikan diri. Dia tinggal di rumahnya yang ada di Kota Probolinggo. Karena rumahnya sendiri di Pandansari, Sumber, rusak akibat diserang warga,” katanya.

Status Sdrn yang belum ditahan meski jadi tersangka itu pun membuat keluarga korban SA, 14 tak terima. SU, sang ayah korban SA mendesak Polres Probolinggo segera memproses dan menahan tersangka Sdrn.

Tepis Tuduhan Hamili Keponakan, Oknum ASN Ini Mengaku Impoten

SU saat dikonfirmasi mengatakan, sampai saat ini pihaknya menunggu pelaku yang telah menghamili anaknya ditangkap. Sebab, Sdrn tidak juga ditangkap walaupun sudah ditetapkan sebagai tersangka.

”Sekarang anak saya hamil 8 bulan akibat perbuatannya (Sdrn). Anak saya harus menanggung perbuatan darinya (Sdrn). Karena itu, kami dari keluarga ingin S segera ditahan dan diproses hukum,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo Jumat (8/1).

Seperti diberitakan sebelumnya, S, seorang ASN Kecamatan Sumber dilaporkan ke Polres Probolinggo atas dugaan memperkosa keponakan yang juga anak angkatnya. Yakni, SA, 14, warga Desa Pandansari, Kecamatan Sumber.

Setelah dilaporkan, S kabur dari rumah beserta keluarganya. Warga setempat sempat menggeruduk rumah S, dua hari setelah dilaporkan. Warga melempari rumahnya dengan batu hingga sejumlah bagian rusak. (mas/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/