Rutan Bangil: Keluarga Tahanan yang Kabur Tak Kooperatif

BANGIL, Radar Bromo – Perburuan terhadap Sipaul Hadi, 20, warga Orobulu, Kecamatan Rembang, yang kabur dari tahanan Rutan Bangil, tak kunjung berbuah titik terang. Hingga Rabu (8/1), pihak Rutan Bangil belum menemukan keberadaan pelaku yang terlilit kasus pencurian tersebut.

Kepala Rutan Bangil Wahyu Indarto mengungkapkan, langkah pencarian terhadap Sipaul masih dilakukan. Sejumlah tempat yang ditengarai menjadi persembunyiannya disusuri.

Namun, sampai saat ini hasilnya masih nihil. “Kami sudah mencari ke rumahnya dan saudaranya di wilayah Rembang. Tapi, masih belum diketemukan,” kata Wahyu.

Menurut Wahyu, pihak rutan juga sudah melakukan pendekatan terhadap pihak keluarga. Agar menyerahkan Sipaul ke rutan. Ia juga menjamin Sipaul bakal aman. Tidak akan menjadi sasaran amukan dari warga binaan lain yang menjadi musuhnya.

“Kami akan jamin untuk melindunginya. Kami sudah sampaikan ke pihak orang tua yang bersangkutan. Tapi, mereka tidak kooperatif,” tambahnya.

Meski begitu, kata Wahyu, pihaknya masih berusaha untuk menemukan keberadaan pelaku. Sayembara pun sudah dilakukan. Walaupun sampai saat ini belum ada titik terang. “Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Untuk bisa menemukan pelaku,” jelasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Sipaul Hadi kabur dari ruang isolasi Rutan Bangil Sabtu (4/1). Ia kabur dengan cara memanjat dinding setinggi tiga hingga empat meter. Sampai di bagian plafon, ia kemudian mengaitkan sarung yang telah diubah menjadi tali ke sela-sela papan plafon.

Selanjutnya, ia membakar plafon yang terbuat dari papan kayu menggunakan gagang sikat gigi. Hingga plafon tersebut terbakar. Pelaku kemudian mendobrak plafon hingga patah. Di atas plafon sebenarnya ada teralis besi. Namun teralis itu berhasil direnggangkannya, hingga akhirnya ia berhasil keluar setelah menjebol genting ruang isolasi.

Ia kemudian merayap. Dari genting ruang isolasi ke ruang kamar blok C 1. Kawat berduri yang mengitari rutan mampu dilaluinya. Hingga kemudian ia menuju tembok pagar dan keluar ke perkampungan.

Sejak kaburnya pelaku, tim khusus sudah dikerahkan Rutan Bangil. Bahkan, sayembara dengan pemberian hadiah Rp 3 juta diberlakukan kepada siapa yang bisa menemukan Sipaul. Namun, hingga kemarin pelaku pencurian yang dijerat pasal 363 KUHP itu tak kunjung ketemu. (one/mie)