Ada 452 Perkara yang Ditangani PN Kraksaan, Pencurian Paling Mendominasi

KRAKSAAN, Radar Bromo – Selama tahun 2019, Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan Kelas 1B menerima sebanyak 452 berkas perkara pidana. Sebanyak 443 perkara telah diputus. Dari 443 perkara tersebut, mayoritas merupakan perkara pencurian.

Juru Bicara dan Humas PN Kelas 1B Kraksaan Yudistira Alfian mengatakan, jumlah tersebut merupakan angka global perkara pidana biasa yang telah masuk dan teregister selama kurun waktu setahun belakangan. Dari beberapa perkara, ada tiga perkara paling banyak masuk, di antaranya adalah perkara pencurian, lalu undang-undang kesehatan (pengedaran obat-obatan) dan yang terakhir adalah perkara undang-undang narkotika.

“Tahun 2019, perkara pencurian yang paling menonjol dibandingkan dengan perkara lainnya yang masuk,” ujarnya.

Menurutnya, banyak faktor yang menyebabkan tingginya perkara pencurian yang disidangkan. Di antaranya karena alasan faktor ekonomi pelaku dan mudahnya tindak pidana pencurian dilakukan dengan memanfaatkan situasi serta kondisi lingkungan yang lengang.

“Banyak alasan yang dikemukakan saat persidangan. Namun, dapat disimpulkan bahwa pencurian mayoritas terjadi karena faktor ekonomi. Kemudian, memanfaatkan situasi dan kondisi yang lengang sehingga kejahatan itu mudah terjadi,” ujarnya.

Adapun untuk perkara pengedaran obat-obatan yang masuk dalam undang-undang kesehatan, menjadi urutan nomor dua. Penyalahgunaan obat-obatan terjadi karena pelaku menggunakan obat yang biasanya diperjualbelikan di apotek.

Menurutnya, lama tidaknya proses persidangan perkara pidana tergantung pada saksi yang dihadirkan pada saat proses persidangan berlangsung. Saksi yang dihadirkan sangat berpengaruh pada putusan.

“Seperti perkara pencurian yang mayoritas terjadi. Jika saksi dan pelaku mengakui perbuatannya, maka persidangan akan cepat selesai. Vonis yang dijatuhkan juga tidak lama, mayoritas pelaku pencurian kami vonis satu dan dua tahun penjara,” jelasnya. (ar/fun)