alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Markus Kembali Sebut Nama Jon Junaedi saat Bersaksi

KRAKSAAN, Radar Bromo– Nama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo, Jon Junaidi, kembali muncul dalam persidangan ijazah palsu milik mantan anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Abdul Kadir. Kemarin, terdakwa Markus mengaku ijzah itu merupakan pesanan dari Jon Junaidi.

Kemarin, sidang lanjutan kasus ijazah palsu jilid II ini mengagendakan pemeriksaan terdakwa. Ketika diimintai keterangan majelis hakim, Markus menjelaskan secara gamblang perkara yang menyeretnya ke meja hijau ini.

Persidangan dilaksanakan mulai pukul 12.30 dan selesai pukul 13.15. Seperti biasa, karena masih masa pendemi Covid-19, sidang digelar secara virtual di tiga tempat berberda. Yakni, di Kejari Kabupaten Probolinggo; Rutan Kraksaan, dan di Pengadilan Negeri Kraksaan.

“Saat sidang dibuka, beberapa pertanyaan langsung diberikan kepada klien kami (terdakwa),” ujar kuasa hukum terdakwa Markus, Hosnan Taufik.

Hosnan menjelaskan, kliennya menceritakan duduk perkara ini seperti apa. Salah satunya terkait dengan ijazah yang dibuat merupakan pesanan dari Jon Junaedi. Kemudian, identitas dan uang yang diterima diberikan kepada salah satu honorer Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo.

“Menjelaskan apa adanya. Ijazah palsu itu adalah pesanan. Sebenarnya klien saya tidak mau, namun karena yang menyuruh adalah orang yang punya jabatan, jadi sungkan,” ujarnya.

Pihaknya juga menyakini dari hasil pemeriksaan terdakwa yang sudah dilaksanakan, akan menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Proses persidangan yang dilakukan juga dilaksanakan dengan baik sesuai jadwal.

“Sidang berlangsung hanya 45 menit. Agenda selanjutnya adalah pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum. Kalau tidak ada halangan akan dilakukan Senin pekan depan,” ujarnya.

Diketahui, Markus diadili karena didakwa terlibat dalam kasus ijazah palsu milik mantan anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Abdul Kadir. Abdul Kadir, sudah divonis bersalah. Selama proses persidangan, nama Jon Junaedi, sering disebut-sebut. Namun, Jon terus membantah dirinya terlibat dalam kasus ini. (sid/rud/fun)

 

KRAKSAAN, Radar Bromo– Nama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo, Jon Junaidi, kembali muncul dalam persidangan ijazah palsu milik mantan anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Abdul Kadir. Kemarin, terdakwa Markus mengaku ijzah itu merupakan pesanan dari Jon Junaidi.

Kemarin, sidang lanjutan kasus ijazah palsu jilid II ini mengagendakan pemeriksaan terdakwa. Ketika diimintai keterangan majelis hakim, Markus menjelaskan secara gamblang perkara yang menyeretnya ke meja hijau ini.

Persidangan dilaksanakan mulai pukul 12.30 dan selesai pukul 13.15. Seperti biasa, karena masih masa pendemi Covid-19, sidang digelar secara virtual di tiga tempat berberda. Yakni, di Kejari Kabupaten Probolinggo; Rutan Kraksaan, dan di Pengadilan Negeri Kraksaan.

“Saat sidang dibuka, beberapa pertanyaan langsung diberikan kepada klien kami (terdakwa),” ujar kuasa hukum terdakwa Markus, Hosnan Taufik.

Hosnan menjelaskan, kliennya menceritakan duduk perkara ini seperti apa. Salah satunya terkait dengan ijazah yang dibuat merupakan pesanan dari Jon Junaedi. Kemudian, identitas dan uang yang diterima diberikan kepada salah satu honorer Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo.

“Menjelaskan apa adanya. Ijazah palsu itu adalah pesanan. Sebenarnya klien saya tidak mau, namun karena yang menyuruh adalah orang yang punya jabatan, jadi sungkan,” ujarnya.

Pihaknya juga menyakini dari hasil pemeriksaan terdakwa yang sudah dilaksanakan, akan menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Proses persidangan yang dilakukan juga dilaksanakan dengan baik sesuai jadwal.

“Sidang berlangsung hanya 45 menit. Agenda selanjutnya adalah pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum. Kalau tidak ada halangan akan dilakukan Senin pekan depan,” ujarnya.

Diketahui, Markus diadili karena didakwa terlibat dalam kasus ijazah palsu milik mantan anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Abdul Kadir. Abdul Kadir, sudah divonis bersalah. Selama proses persidangan, nama Jon Junaedi, sering disebut-sebut. Namun, Jon terus membantah dirinya terlibat dalam kasus ini. (sid/rud/fun)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/