alexametrics
25.4 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Terjatuh saat Mau Kabur, 2 Warga Kropak Bantaran Dimassa  

PROBOLINGGO, Radar Bromo –Diduga gagal menjambret, dua warga Bantaran, Kabupaten Probolinggo bonyok dimassa. Keduanya yaitu, Herman, 30, warga Desa Kropak dan Abdul Wahid, 23, warga Desa Tempuran. Kini, keduanya harus mendekam di sel tahanan Polres Probolinggo Kota.

Penjambretan itu sendiri terjadi di Jalan Pahlawan, Kota Probolinggo. Tepatnya di traffic light (TL) Kecapan, Minggu (8/11), pukul 11.30. Korbannya yaitu, DT, 18, warga Sepuhgembol, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo.

Saat itu korban berboncengan dengan rekannya Ek, 18, warga Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Mereka hendak ke pasar Gotong Royong mengendarai motor Honda Beat hijau milik DT. Ek yang menyetir dan DT dibonceng.

Saat sampai di traffic light (TL) Kecapan, korban berhenti menunggu lampu hijau. Saat itu keduanya dari arah selatan hendak ke kiri di Jalan Pahlawan. Namun, dari belakang motor terserempet sebuah mobil.

“Saat di lampu merah Kecapatan saya berhenti dan ada mobil yang menyerempet saya,” terang DT saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo di SPKT Mapolresta Probolinggo.

Tak lama kemudian, sebuah motor Honda Scoopy warna biru tanpa nopol menghampiri kedunya. Sepeda motor itu dikendarai dua orang, berboncengan. Salah satu dari mereka lantas bertanya apakah DT baik-baik saja.

“Jadi pelaku itu mendekati motor kami dan bertanya apakah kami tidak apa-apa setelah terserempet mobil? Kami jawab tidak apa-apa. Saat itu ada telepon, akhirnya saya mengeluarkan HP,” tambah DT.

DT kemudian menjawab telepon dengan HP OPPO A5S di tangan kananya. Saat itulah, tiba-tiba salah satu pelaku langsung merampas HP miliknya. Mereka lantas melarikan diri ke arah barat masuk Jalan Pahlawan. Spontan DT berteriak dan mengejar pelaku.

“Seingat saya yang mengambil HP yang dibonceng atau yang tua (Herman, red). Sedangkan yang muda (Abdul Wahid, red) yang nyetir,” tambahnya.

Pelaku melarikan diri ke Gang Siran yang sempit. Namun, di gang itu motor pelaku menabrak seorang warga. Pelaku pun jatuh bersama motornya.

“Setelah terjatuh, pelaku melarikan diri meninggalkan motornya. Namun, tertangkap oleh warga dan akhirnya dimassa. Tak lama setelah itu, ada petugas yang mengamankan dua pelaku itu,” ujar DT.

Sebelum diamankan petugas dan tertangkap massa, pelaku Abdul Wahid menurut DT mengakui memang menjambret HP korban. Namun, yang menjambret Herman.

Hanya saja, Herman tidak mengakui telah menjambret HP DT. Apalagi menurut DT, HP-nya tidak ada di mereka. Akhirnya warga memukuli pelaku. “Bahkan sampai diinjak-injak. Tapi HP-nya memang tidak ada. Ada yang melihat sempat dibuang HP saya,” ungkap DT.

Sementara itu, petugas Satreskrim Polresta masih melakukan penyelidikan terkait dengan dua pelaku yang telah diamankan. Sementara kedua korban, langsung melaporkan penjambretan itu ke Mapolresta. (rpd/hn)

 

 

PROBOLINGGO, Radar Bromo –Diduga gagal menjambret, dua warga Bantaran, Kabupaten Probolinggo bonyok dimassa. Keduanya yaitu, Herman, 30, warga Desa Kropak dan Abdul Wahid, 23, warga Desa Tempuran. Kini, keduanya harus mendekam di sel tahanan Polres Probolinggo Kota.

Penjambretan itu sendiri terjadi di Jalan Pahlawan, Kota Probolinggo. Tepatnya di traffic light (TL) Kecapan, Minggu (8/11), pukul 11.30. Korbannya yaitu, DT, 18, warga Sepuhgembol, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo.

Saat itu korban berboncengan dengan rekannya Ek, 18, warga Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Mereka hendak ke pasar Gotong Royong mengendarai motor Honda Beat hijau milik DT. Ek yang menyetir dan DT dibonceng.

Saat sampai di traffic light (TL) Kecapan, korban berhenti menunggu lampu hijau. Saat itu keduanya dari arah selatan hendak ke kiri di Jalan Pahlawan. Namun, dari belakang motor terserempet sebuah mobil.

“Saat di lampu merah Kecapatan saya berhenti dan ada mobil yang menyerempet saya,” terang DT saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo di SPKT Mapolresta Probolinggo.

Tak lama kemudian, sebuah motor Honda Scoopy warna biru tanpa nopol menghampiri kedunya. Sepeda motor itu dikendarai dua orang, berboncengan. Salah satu dari mereka lantas bertanya apakah DT baik-baik saja.

“Jadi pelaku itu mendekati motor kami dan bertanya apakah kami tidak apa-apa setelah terserempet mobil? Kami jawab tidak apa-apa. Saat itu ada telepon, akhirnya saya mengeluarkan HP,” tambah DT.

DT kemudian menjawab telepon dengan HP OPPO A5S di tangan kananya. Saat itulah, tiba-tiba salah satu pelaku langsung merampas HP miliknya. Mereka lantas melarikan diri ke arah barat masuk Jalan Pahlawan. Spontan DT berteriak dan mengejar pelaku.

“Seingat saya yang mengambil HP yang dibonceng atau yang tua (Herman, red). Sedangkan yang muda (Abdul Wahid, red) yang nyetir,” tambahnya.

Pelaku melarikan diri ke Gang Siran yang sempit. Namun, di gang itu motor pelaku menabrak seorang warga. Pelaku pun jatuh bersama motornya.

“Setelah terjatuh, pelaku melarikan diri meninggalkan motornya. Namun, tertangkap oleh warga dan akhirnya dimassa. Tak lama setelah itu, ada petugas yang mengamankan dua pelaku itu,” ujar DT.

Sebelum diamankan petugas dan tertangkap massa, pelaku Abdul Wahid menurut DT mengakui memang menjambret HP korban. Namun, yang menjambret Herman.

Hanya saja, Herman tidak mengakui telah menjambret HP DT. Apalagi menurut DT, HP-nya tidak ada di mereka. Akhirnya warga memukuli pelaku. “Bahkan sampai diinjak-injak. Tapi HP-nya memang tidak ada. Ada yang melihat sempat dibuang HP saya,” ungkap DT.

Sementara itu, petugas Satreskrim Polresta masih melakukan penyelidikan terkait dengan dua pelaku yang telah diamankan. Sementara kedua korban, langsung melaporkan penjambretan itu ke Mapolresta. (rpd/hn)

 

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/