alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Dugaan Ijazah Palsu DPRD Kab Probolinggo Bisa Seret Petinggi Parpol

PAJARAKAN, Radar Bromo – Polres Probolinggo mengungkap fakta baru tentang kasus dugaan ijazah palsu yang menjerat anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Abdul Kadir. Diduga, kasus itu melibatkan petinggi parpol.

Dugaan itu menguat setelah petugas kepolisian memeriksa beberapa saksi. Total, sudah ada tujuh saksi yang diperiksa penyidik dalam kasus ini.

Antara lain dari KPU, Bawaslu dan terlapor pemalsuan. Yaitu, Abdul Kadir, anggota DPRD dari Partai Gerindra. Semuanya dimintai keterangan berdasarkan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.

“Sudah tujuh orang yang kami periksa dalam perkara ini. Terakhir Jumat (6/9) kami memeriksa dari KPU Kabupaten Probolinggo,” terang Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto.

Berdasarkan pemeriksaan itu, diperoleh fakta mencengangkan. Terlapor pemalsuan Abdul Kadir mengaku, ijazah itu tidak diperolehnya sendiri. Melainkan didapat dari salah satu petinggi parpolnya. Dalam hal ini, Partai Gerindra.

“Dari hasil pemeriksaan, terlapor mengaku bahwa dia mendapatkan ijazah itu dari salah seorang petinggi parpol. Inisialnya yaitu JH,” kata Riyanto.

Namun, pihaknya menurut Riyanto tidak lantas menelan mentah-mentah keterangan itu. Saat ini, pihaknya terus mengumpulkan bukti dan keterangan saksi.

Jika memang ada keterlibatan petinggi partai, tentunya akan ditindaklanjuti. Karena itu, penyidik menurut Riyanto juga berencana memanggil petinggi parpol yang dimaksud. Yaitu, JH.

“Nanti akan kami panggil juga (petinggi parpol, Red.) untuk dimintai keterangan. Saat ini, kami mengumpulkan fakta dan keterangan dari yang lain dulu. Untuk petinggi parpol yang disebutkan itu, akan kami panggil nanti dan menentukan waktu dulu,” ungkapnya.

Kadir sendiri saat ini masih diperiksa sebagai saksi. Penyidik belum menentukan tersangka dalam kasus ini. Saat ini, penyidik masih fokus mengumpulkan alat bukti.

Kadir telah diperiksa oleh pihak kepolisian sebanyak dua kali. Yaitu pada 29 Agustus dan 4 September.

Sementara itu, kuasa hukum terlapor Husnan Taufiq mengatakan, kliennya memang telah dipanggil oleh pihak penyidik kepolisian. Ia juga membenarkan, kliennya diperiksa dengan status saksi.

“Iya benar klien kami telah dipanggil. Dan pemanggilan itu statusnya sebagai saksi,” katanya.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan itu, Kadir menurut Husnan dicecar dengan 31 pertanyaan. Sayang, Husnan enggan menjawab pertanyaan apa saja yang diajukan penyidik pada kliennya.

“Saya tidak bisa menyampaikan. Itu menyangkut kode etik. Itu kan rahasia penyidikan,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Abdul Kadir, anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Partai Gerindra tersandung kasus dugaan pemakaian ijazah palsu. Ia diduga menggunakan ijazah palsu saat mendaftar sebagai Caleg dalam Pileg 2019 Kabupaten Probolinggo.

Karena dugaan itu, kasus ini dilaporkan ke Bawaslu. Bawaslu lantas merekomendasikan kasus ini sebagai perkara pidana. Karena itu, kemudian dilimpahkan ke Polres Probolinggo. (sid/hn)

PAJARAKAN, Radar Bromo – Polres Probolinggo mengungkap fakta baru tentang kasus dugaan ijazah palsu yang menjerat anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Abdul Kadir. Diduga, kasus itu melibatkan petinggi parpol.

Dugaan itu menguat setelah petugas kepolisian memeriksa beberapa saksi. Total, sudah ada tujuh saksi yang diperiksa penyidik dalam kasus ini.

Antara lain dari KPU, Bawaslu dan terlapor pemalsuan. Yaitu, Abdul Kadir, anggota DPRD dari Partai Gerindra. Semuanya dimintai keterangan berdasarkan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.

“Sudah tujuh orang yang kami periksa dalam perkara ini. Terakhir Jumat (6/9) kami memeriksa dari KPU Kabupaten Probolinggo,” terang Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto.

Berdasarkan pemeriksaan itu, diperoleh fakta mencengangkan. Terlapor pemalsuan Abdul Kadir mengaku, ijazah itu tidak diperolehnya sendiri. Melainkan didapat dari salah satu petinggi parpolnya. Dalam hal ini, Partai Gerindra.

“Dari hasil pemeriksaan, terlapor mengaku bahwa dia mendapatkan ijazah itu dari salah seorang petinggi parpol. Inisialnya yaitu JH,” kata Riyanto.

Namun, pihaknya menurut Riyanto tidak lantas menelan mentah-mentah keterangan itu. Saat ini, pihaknya terus mengumpulkan bukti dan keterangan saksi.

Jika memang ada keterlibatan petinggi partai, tentunya akan ditindaklanjuti. Karena itu, penyidik menurut Riyanto juga berencana memanggil petinggi parpol yang dimaksud. Yaitu, JH.

“Nanti akan kami panggil juga (petinggi parpol, Red.) untuk dimintai keterangan. Saat ini, kami mengumpulkan fakta dan keterangan dari yang lain dulu. Untuk petinggi parpol yang disebutkan itu, akan kami panggil nanti dan menentukan waktu dulu,” ungkapnya.

Kadir sendiri saat ini masih diperiksa sebagai saksi. Penyidik belum menentukan tersangka dalam kasus ini. Saat ini, penyidik masih fokus mengumpulkan alat bukti.

Kadir telah diperiksa oleh pihak kepolisian sebanyak dua kali. Yaitu pada 29 Agustus dan 4 September.

Sementara itu, kuasa hukum terlapor Husnan Taufiq mengatakan, kliennya memang telah dipanggil oleh pihak penyidik kepolisian. Ia juga membenarkan, kliennya diperiksa dengan status saksi.

“Iya benar klien kami telah dipanggil. Dan pemanggilan itu statusnya sebagai saksi,” katanya.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan itu, Kadir menurut Husnan dicecar dengan 31 pertanyaan. Sayang, Husnan enggan menjawab pertanyaan apa saja yang diajukan penyidik pada kliennya.

“Saya tidak bisa menyampaikan. Itu menyangkut kode etik. Itu kan rahasia penyidikan,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Abdul Kadir, anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Partai Gerindra tersandung kasus dugaan pemakaian ijazah palsu. Ia diduga menggunakan ijazah palsu saat mendaftar sebagai Caleg dalam Pileg 2019 Kabupaten Probolinggo.

Karena dugaan itu, kasus ini dilaporkan ke Bawaslu. Bawaslu lantas merekomendasikan kasus ini sebagai perkara pidana. Karena itu, kemudian dilimpahkan ke Polres Probolinggo. (sid/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/