Pemuda Lumajang Bobol Konter di Kanigaran demi Bantu Ayah di Lapas

DITAHAN: Muhammad Alfian ditahan penyidik Polres Probolinggo Kota setelah diketahui membobol konter HP di Jalan Wahid Hasyim, Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. (Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

MAYANGAN, Radar Bromo – Seorang pemuda asal Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Muhammad Alfian, 23, harus kembali berurusan dengan kepolisian. Senin (6/7), ia dibekuk anggota Satreskrim Polres Probolinggo Kota karena disangka membobol konter handphone (HP).

Alfian ditangkap ketika berada di indekosnya di Jalan Pahlawan, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, sekitar pukul 17.00. Pemuda bertato itu disangka telah membobol konter milik Wahyu Sutjahyo, 37, di Jalan Wahid Hasyim, Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Kamis (2/7) sekitar pukul 09.30.

Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota AKP Heri Sugiono mengatakan, tersangka baru bebas dari penjara pada 2018 lalu. Dia dipenjara selama 2 tahun 8 bulan karena kasus yang sama. Yakni, membobol konter dan menggondol 60 unit HP. Kamis (2/7), ia mengulang aksinya dengan menggarong konter milik Wahyu Sutjahyo.

“Pelaku masuk dengan cara mencongkel jendela belakang konter. Serta, merusak kunci etalase. Kemudian, mengambil sejumlah barang di dalan konter. Mulai dari HP, memori, termasuk dus book-nya. Barang itu dimasukan ke dalam tas yang juga ada di dalam konter tersebut,” ujar Heri.

Tersangka terlacak setelah menjual HP hasil curiannya dengan cara mem-posting-nya melalui media sosial. “Kami tahunya saat pelaku ini menjual HP melalui media sosial. Kemudian, kami langsung lakukan penelusuran dan kami tangkap di indekosnya,” ujar polisi dengan tiga balok di pundaknya itu.

Dalam penangkapan kedua ini, dari tangan tersangka polisi menyita sejumlah barang bukti hasil kejahatan. Di antaranya, 19 unit HP, 2 unit baterai HP, 57 unit memori HP, dan sebuah tas ransel. Kata Heri, korban mengalami kerugian sekitar Rp 9 juta. “Pelaku melakukan aksinya sendirian. Akibat perbuatannya, ia terancam pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” jelas Heri.

Di hadapan awak media kemarin, tersangka mengakui perbuatannya. Ia mengaku nekat kembali membobol konter untuk mendapatkan uang. Uang hasil penjualan barang curian itu akan diberikan kepada ayahnya yang kini dipenjara di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Kelas IIB Probolinggo karena terlibat kasus Curanmor. “Jika laku uangnya saya gunakan untuk bantu ayah yang di Lapas,” ujar Alfian sembari menundukan kepala.

Ia mengaku datang ke Kota Probolinggo untuk menjenguk ayahnya yang dipenjara. Namun, kini harus berurusan dengan kepolisian karena kasus pencurian. Alfian mengaku sebagai anak ketiga dari empat bersaudara. Ketika disinggung soal pekerjaan ketiga saudaranya, tersangka hanya diam. (rpd/rud)