Ibu-Anak Tewas Tenggak Potas, Diduga Motif Ekonomi-Rumah Tangga

PURWOSARI – Polsek Purwosari langsung merespons penemuan anak dan ibu tewas dengan mulut berbusa di kamar rumah Dusun Beji Kidul, RT 2/RW 05, Desa Sumbersuko, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Dari keterangan sejumlah saksi, insiden itu dipastikan murni bunuh diri.

Kapolsek Purwosari AKP Made Suardana mengatakan, dugaan bunuh diri yang dilakukan ibu dan anak itu memang kuat. “Korban ibu dan anak ini tewas bunuh diri dengan cara minum potas. Saat diperiksa dua bidan di TKP, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh keduanya,” tegas.

Pasca kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di TKP. Di antaranya, tiga gelas berisi air sisa yang diminum kedua korban sebelum meninggal.

Kemudian satu gelas plastik, juga satu buah buku bertuliskan pesan terakhir dari kedua korban. Lalu bolpoin dan pensil, masing-masing satu buah.

Lalu apa motif sang ibu dan anak nekat mengakhiri hidup dengan menenggak potas? “Motif kasus bunuh diri ini, diduga karena masalah rumah tangga dan juga ekonomi. Sehingga, korban nekat mengakhiri hidupnya bersama anaknya yang masih kecil,” ungkap perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu.

Sejauh ini, polisi belum meminta keterangan keluarga korban karena masih dalam suasana berduka. Wartawan Radar Bromo ini sempat mendatangi rumah duka. Namun, pihak keluarga enggan diwawancara.

Motif bunuh diri itu bisa sedikit diketahui dari surat yang ditinggalkan korban. Pada salah satu surat itu, Ningsih sang ibu menuliskan pesan yang intinya dia meminta maaf jika selama ini sering menghabiskan uang.

Diketahui, selama ini Lamat tidak punya pekerjaan. Sementara Ningsih sendiri ibu rumah tangga. (zal/rf/mie)