alexametrics
29C
Probolinggo
Thursday, 22 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Soal Modus Begal Setrum Korban, Ini Kata Polisi

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KANIGARAN,Radar Bromo– Para pelaku kejahatan terus berkreasi. Bahkan, peralatan yang digunakan untuk melancarkan aksinya semakin beragam. Termasuk di Kota Probolinggo. Seperti menggunakan alat setrum. Karenanya, warga diminta untuk terus waspada.

Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota AKP Heri Sugiono mengatakan, aksi pembegalan yang terjadi kian modern. Menurutnya, jika memang niatnya melakukan perbuatan kriminal, pelaku dapat membeli dan memodifikasi alat apapun yang dijual belikan secara bebas atau legal.

Seperti alat setrum, pisau lipat, ataupun alat lainnya yang bisa dibeli lewat marketplace. Menurut Heri, hal itu sangat sulit untuk dihalau atau dilarang membeli. Tetapi, yang bisa dilakukan, baik oleh aparat maupun masyarakat adalah mengurasi risiko terjadinya tindak kriminal.

“Sejumlah alat modern, sederhana, dan dijual di marketplace bisa dijadikan alat kejahatan. Cara menghalaunya dengan mengurangi risiko atau kesempatan pelaku melakukannya,” ujarnya.

Misalnya, aparat, selain berpatroli secara terbuka dan tertutup, juga melakukan pengendalian daerah atau titik rawan kejahatan. Sementara, masyarakat bisa memberikan pengamanan ganda pada harta bendanya. Seperti, mengunci ganda, termasuk menghindari tindak kriminal di jalan. Serta, tidak bepergian sendirian dan menggunakan perhiasan yang berlebihan.

“Ada skala prioritas sasaran rentan. Seperti, anak-anak, perempuan, dan orang tua. Jadi, sebisa mungkin lindungi diri sendiri dan keluarga dengan selalu waspada,” ujar Heri.

Diketahui, Selasa (6/4), Siti Mujaidah, 42, menjadi korban begal. Warga Kelurahan/Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, itu dibegal ketika hendak mengantarkan temannya menggunakan motor. Namun, tiba-tiba seseorang menyetrumnya dari belakang. Lalu, motornya dibawa kabur. Kini, kasus ini dalam penanganan kepolisian. (rpd/rud)

Mobile_AP_Rectangle 1

KANIGARAN,Radar Bromo– Para pelaku kejahatan terus berkreasi. Bahkan, peralatan yang digunakan untuk melancarkan aksinya semakin beragam. Termasuk di Kota Probolinggo. Seperti menggunakan alat setrum. Karenanya, warga diminta untuk terus waspada.

Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota AKP Heri Sugiono mengatakan, aksi pembegalan yang terjadi kian modern. Menurutnya, jika memang niatnya melakukan perbuatan kriminal, pelaku dapat membeli dan memodifikasi alat apapun yang dijual belikan secara bebas atau legal.

Seperti alat setrum, pisau lipat, ataupun alat lainnya yang bisa dibeli lewat marketplace. Menurut Heri, hal itu sangat sulit untuk dihalau atau dilarang membeli. Tetapi, yang bisa dilakukan, baik oleh aparat maupun masyarakat adalah mengurasi risiko terjadinya tindak kriminal.

Mobile_AP_Half Page

“Sejumlah alat modern, sederhana, dan dijual di marketplace bisa dijadikan alat kejahatan. Cara menghalaunya dengan mengurangi risiko atau kesempatan pelaku melakukannya,” ujarnya.

Misalnya, aparat, selain berpatroli secara terbuka dan tertutup, juga melakukan pengendalian daerah atau titik rawan kejahatan. Sementara, masyarakat bisa memberikan pengamanan ganda pada harta bendanya. Seperti, mengunci ganda, termasuk menghindari tindak kriminal di jalan. Serta, tidak bepergian sendirian dan menggunakan perhiasan yang berlebihan.

“Ada skala prioritas sasaran rentan. Seperti, anak-anak, perempuan, dan orang tua. Jadi, sebisa mungkin lindungi diri sendiri dan keluarga dengan selalu waspada,” ujar Heri.

Diketahui, Selasa (6/4), Siti Mujaidah, 42, menjadi korban begal. Warga Kelurahan/Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, itu dibegal ketika hendak mengantarkan temannya menggunakan motor. Namun, tiba-tiba seseorang menyetrumnya dari belakang. Lalu, motornya dibawa kabur. Kini, kasus ini dalam penanganan kepolisian. (rpd/rud)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2