alexametrics
25C
Probolinggo
Sunday, 17 January 2021

Tepis Tuduhan Hamili Keponakan, Oknum ASN Ini Mengaku Impoten

SUMBER, Radar Bromo-Sdrn, oknum Aparatur Sipil Negeri (ASN) di Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo telah ditetapkan jadi tersangka kasus menyetubuhi anak di bawah umur. Ironisnya korbannya adalah keponakannya sendiri yang saat ini hamil 8 bulan.

Sdrn sendiri menepis semua tudingan itu. Saat mendatangi Mapolres Probolinggo dan diperiksa sebagai saksi beberapa waktu lalu, ia menyangkal telah menghamili korban SA keponakannya yang juga anak angkatnya.

Warga Rusak Rumah ASN yang Hamili Keponakan di Sumber

Menurutnya, SA hamil bukan karena perbuatannya. Ia juga memiliki alibi kuat, kalau ia tak menghamili SA. Yakni, ia mengaku mandul.

Buktinya, pernikahan dengan istrinya sejauh ini belum dikaruniai buah hati. Bahkan, sejak sekitar dua tahun lalu, Sdrn mengaku mengalami (maaf) impotensi. Hal itu dipicu oleh penyakit diabetes yang dialaminya.

ASN di Sumber Perkosa Keponakan hingga Hamil

“Sejak dua tahun terakhir, klien kami ini tidak lagi bisa hidup alat kelelakiannya. Jadi, tidak mungkin klien kami menghamili korban,” ungkap Hasmoko, penasihat hukum tersangka Sdrn.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Rizki Santoso belum memberi banyak keterangan. Menurutnya, pihaknya saat ini masih merangkai dan mengumpulkan bukti-bukti.

ASN Kecamatan Sumber Jadi Tersangka Hamili Keponakan Sendiri

“Alasan dari masing-masing (korban dan pelaku) pasti punya kepentingan. Polisi berusaha mencari fakta. Sehingga, tidak mendzalimi yang benar. Pastinya dikuatkan bukti dan melibatkan para ahli di bidangnya,” ungkap perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, S, seorang ASN Kecamatan Sumber dilaporkan ke Polres Probolinggo atas dugaan memperkosa keponakan yang juga anak angkatnya. Yakni, SA, 14, warga Desa Pandansari, Kecamatan Sumber.

Setelah dilaporkan, S kabur dari rumah beserta keluarganya. Warga setempat sempat menggeruduk rumah S, dua hari setelah dilaporkan. Warga melempari rumahnya dengan batu hingga sejumlah bagian rusak. (mas/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU