alexametrics
29C
Probolinggo
Thursday, 22 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Penganiaya Istri Siri di Sukorejo Dibekuk setelah Buron Dua Tahun

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

SUKOREJO,Radar Bromo – Setelah dua tahun buron, Sampurno, 46, tersangka kasus penganiayaan akhirnya dibekuk. Warga Desa Semut, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, itu dibekuk anggota Polsek Sukorejo, Polres Pasuruan, Kamis (7/1), sekitar pukul 10.00.

Adalah korbannya, Cucik Aini, 33, warga Desa Gunting, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Antara tersangka dan korban sejatinya terikat hubungan suami-istri, namun secara siri. Sore itu tersangka dibekuk ketika berada di sebuah bengkel di Kelurahan/Kecamatan Purwosari.

Penganiayaan itu dilakukan tersangka terhadap korban Sabtu, 12 Januari 2019, sekitar pukul 03.15. Tersangka menganiaya korban di rumahnya di Dusun Genitri, Desa Gunting, Kecamatan Sukorejo.

“Setelah dapat info tersangka pulang kampung dan berada di bengkel wilayah Purwosari, tersangka penganiayaan istri siri sudah kami bekuk. Sekarang diamankan di mapolsek sekaligus proses penyidikan,” ujar Kapolsek Sukorejo AKP Akhmad Sukiyanto.

Akibat penganiayaan itu, istri siri tersangka yang dinikahinya sejak sekitar tiga tahun lalu itu mengalami luka terbuka di sejumlah bagian tubuhnya. Di antaranya, luka di pelipis kiri, punggung kanan, dan bagian leher belakang. Sebab, tersangka menganiaya korban menggunakan sabit.

Bahkan, kondisinya korban sempat kritis dan harus menjalani rawat inap hingga beberapa hari di RSUD Bangil. Setelah melakukan aksinya, tersangka langsung kabur. “Selama buron tersangka berpindah-pindah tempat menghindari kejaran petugas. Alhamdulillah akhirnya berhasil kami tangkap,” katanya.

Selain menangkap tersangka, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti. Berupa sebilah sabit, sebuah jaket, sebuah celana kain, selembar sarung, dan hasil visum et repertum. “Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 351 ayat (2) KUHP,” ujarnya.

Atas kejadian ini, tersangka mengaku menyesal telah menganiaya istrinya. “Saya nekat melakukan perbuatan penganiayaan ini karena cemburu. Sekarang sangat menyesal sekali,” ujarnya. (zal/rud/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

SUKOREJO,Radar Bromo – Setelah dua tahun buron, Sampurno, 46, tersangka kasus penganiayaan akhirnya dibekuk. Warga Desa Semut, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, itu dibekuk anggota Polsek Sukorejo, Polres Pasuruan, Kamis (7/1), sekitar pukul 10.00.

Adalah korbannya, Cucik Aini, 33, warga Desa Gunting, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Antara tersangka dan korban sejatinya terikat hubungan suami-istri, namun secara siri. Sore itu tersangka dibekuk ketika berada di sebuah bengkel di Kelurahan/Kecamatan Purwosari.

Penganiayaan itu dilakukan tersangka terhadap korban Sabtu, 12 Januari 2019, sekitar pukul 03.15. Tersangka menganiaya korban di rumahnya di Dusun Genitri, Desa Gunting, Kecamatan Sukorejo.

Mobile_AP_Half Page

“Setelah dapat info tersangka pulang kampung dan berada di bengkel wilayah Purwosari, tersangka penganiayaan istri siri sudah kami bekuk. Sekarang diamankan di mapolsek sekaligus proses penyidikan,” ujar Kapolsek Sukorejo AKP Akhmad Sukiyanto.

Akibat penganiayaan itu, istri siri tersangka yang dinikahinya sejak sekitar tiga tahun lalu itu mengalami luka terbuka di sejumlah bagian tubuhnya. Di antaranya, luka di pelipis kiri, punggung kanan, dan bagian leher belakang. Sebab, tersangka menganiaya korban menggunakan sabit.

Bahkan, kondisinya korban sempat kritis dan harus menjalani rawat inap hingga beberapa hari di RSUD Bangil. Setelah melakukan aksinya, tersangka langsung kabur. “Selama buron tersangka berpindah-pindah tempat menghindari kejaran petugas. Alhamdulillah akhirnya berhasil kami tangkap,” katanya.

Selain menangkap tersangka, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti. Berupa sebilah sabit, sebuah jaket, sebuah celana kain, selembar sarung, dan hasil visum et repertum. “Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 351 ayat (2) KUHP,” ujarnya.

Atas kejadian ini, tersangka mengaku menyesal telah menganiaya istrinya. “Saya nekat melakukan perbuatan penganiayaan ini karena cemburu. Sekarang sangat menyesal sekali,” ujarnya. (zal/rud/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2