JPU Teliti Berkas Oknum Wartawan yang Terjerat Kasus Pemerasan

KRAKSAANBerkas perkara kasus pemerasan oleh dua tersangka oknum wartawan berinisial AN dan AG terhadap salah satu kepala desa di Kecamatan Krejengan, tuntas. Penyidik Satreskrim Polres Probolinggo telah melimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo, bulan lalu.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto mengatakan, kasus pemerasan terhadap kepala desa dalam program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) yang sebelumnya melibatkan dua oknum lembaga swadaya masyarakat (LSM) sudah tuntas. Kini, dua oknum LSM itu sudah mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Kraksaan.

Namun, Riyanto mengaku, pihaknya masih memiliki tanggungan proses penyidikan dengan tersangka dua oknum wartawan. “Proses penyidikan dua tersangka dugaan pemerasan kades di wilayah Krejengan, terus berlanjut,” ujarnya, kemarin.

Riyanto mengatakan, proses pemberkasan dengan dua tersangka oknum wartawan itu telah rampung. Bulan kemarin, pihaknya telah melimpahkan berkasnya ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari. Kini, pihaknya masih menunggu petunjuk JPU terkait berkas tersebut. “Kedua tersangka sama-sama dijerat dengan pasal 368 KUHP dan pasal 369 KUHP jucnto pasal 55 KUPH tentang Pemerasan dengan Ancaman,” ujarnya.

Kasi Pidum Kejadi Kabupaten Probolinggo Ardian Junaedi mengaku, sudah menerima pelimpahan berkas dari penyidik Satreskrim Polres Probolinggo. Namun, kini pihaknya masih menilitinya. Hasilnya, nanti akan disampaikan kepada penyidik. “Dalam berkas juga sudah ada hasil pemeriksaan saksi ahli yang menerangkan soal undang-undang pers,” ujarnya.

Sebelumnya, ada dua oknum LSM tertangkap Tim Saber Pungli Polres Probolinggo. Mereka disangka memeras sejumlah kepala desa di Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo. Mereka diamankan ketika menerima uang Rp 6 juta dari Perangkat Desa Kamalkuning, Kecamatan Krejengan,  di sebuah warung Desa Sumberkatimoho, Kecamatan Krejengan.

Selain uang, polisi juga mengamankan sejumlah handphone, buku rekap sertifikat tanah, dan kartu anggota LSM. Dari sini polisi terus melakukan penyelidikan. Hasilnya polisi juga menyeret dua oknum wartawan bernisial AN dan AG. Mereka juga disangka terlibat dalam kasus pemerasan ini. (mas/rud)