alexametrics
29.4 C
Probolinggo
Monday, 15 August 2022

Dilaporkan Polisi Sunat BLT-DD dan Pungli, Kasun Desa Matekan Dinonaktifkan

BESUK, Radar Bromo-Kasus laporan dugaan penyelewengan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT)- Dana Desa (DD) triwulan pertama tahun 2022 juga terjadi di Desa Matekan, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo. Kepala Dusun (Kasun) di Desa Matekan berinisial MP dilaporkan warganya atas dugaan memotong BLT-DD dan melakukan pungutan liar (pungli).

Salah satu korban pemotongan BLT-DD itu adalah SY, ketua RT di Desa Matekan. Sementara pungli dilakukan kepada lima orang yang salah satunya adalah AL. Pungli ini dilakukan saat penagihan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Dugaan pemotongan BLT-DD oleh MP terjadi saat Pemdes Matekan menyalurkan BLT-DD triwulan pertama tahun 2022 pada Maret lalu. Saat itu, tiap keluarga penerima manfaat (KPM) mendapat bantuan uang tunai Rp 900 ribu.

Uang itu merupakan BLT-DD untuk tiga bulan. Yaitu, Januari, Februari, dan Maret. Untuk tiap bulannya, tiap KPM mendapatkan Rp 300 ribu.

Namun, SY tidak mendapat BLT-DD utuh. Uang yang diserahkan MP kepada SY hanya Rp 350 ribu. MP menyerahkan uang itu ke rumah SY saat malam hari. Dengan demikian, BLT-DD itu terpotong Rp 550 ribu.

Pada SY saat itu, MP menyebut bahwa uang yang diberikan itu adalah uang pribadi. Bukan dana BLT-DD. Sebab, MP kasihan lantaran SY tidak pernah mendapat bantuan.

Sementara pungli SPPT PBB dilakukan MP kepada Keluarga AL. Saat itu, tanah yang telah dibagi lima oleh keluarga AL ditarik pajak  untuk kelimanya. Padahal, SPPT pada tanah tersebut masih jadi satu. Uang yang ditarik oleh MP yakni Rp 20 ribu terhadap lima orang keluarga AL atau total Rp 100 ribu.

BESUK, Radar Bromo-Kasus laporan dugaan penyelewengan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT)- Dana Desa (DD) triwulan pertama tahun 2022 juga terjadi di Desa Matekan, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo. Kepala Dusun (Kasun) di Desa Matekan berinisial MP dilaporkan warganya atas dugaan memotong BLT-DD dan melakukan pungutan liar (pungli).

Salah satu korban pemotongan BLT-DD itu adalah SY, ketua RT di Desa Matekan. Sementara pungli dilakukan kepada lima orang yang salah satunya adalah AL. Pungli ini dilakukan saat penagihan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Dugaan pemotongan BLT-DD oleh MP terjadi saat Pemdes Matekan menyalurkan BLT-DD triwulan pertama tahun 2022 pada Maret lalu. Saat itu, tiap keluarga penerima manfaat (KPM) mendapat bantuan uang tunai Rp 900 ribu.

Uang itu merupakan BLT-DD untuk tiga bulan. Yaitu, Januari, Februari, dan Maret. Untuk tiap bulannya, tiap KPM mendapatkan Rp 300 ribu.

Namun, SY tidak mendapat BLT-DD utuh. Uang yang diserahkan MP kepada SY hanya Rp 350 ribu. MP menyerahkan uang itu ke rumah SY saat malam hari. Dengan demikian, BLT-DD itu terpotong Rp 550 ribu.

Pada SY saat itu, MP menyebut bahwa uang yang diberikan itu adalah uang pribadi. Bukan dana BLT-DD. Sebab, MP kasihan lantaran SY tidak pernah mendapat bantuan.

Sementara pungli SPPT PBB dilakukan MP kepada Keluarga AL. Saat itu, tanah yang telah dibagi lima oleh keluarga AL ditarik pajak  untuk kelimanya. Padahal, SPPT pada tanah tersebut masih jadi satu. Uang yang ditarik oleh MP yakni Rp 20 ribu terhadap lima orang keluarga AL atau total Rp 100 ribu.

MOST READ

BERITA TERBARU

/