alexametrics
26.4 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Pasutri asal Gempol Ini Nekat Curi Hape Demi Bisa Bayar Indekos

BEJI, Radar Bromo – Pasutri yang indekos di wilayah Gempol, ini memang kompak. Sayangnya, kekompakan mereka, tak patut ditiru. Sebab, mereka kompak untuk melakukan pecurian. Alhasil, keduanya pun harus sama-sama tinggal di balik jeruji penjara.

Pasutri yang ditangkap polisi itu diketahui bernama Hariono, 47 dan Sunariyah, 46. Keduanya, merupakan warga Desa/Kecamatan Gempol, yang indekos di wilayah Gempol.

Kanitreskrim Polsek Bangil, IPDA Sumbut mengungkapkan, pasutri yang mengaku sebagai pasutri tersebut, diringkus Senin petang (5/7). Keduanya ditangkap disebuah kos-kosannya yang ada di Desa/Kecamatan Gempol.

Penangkapan tersebut, bukannya tanpa alasan. Mereka kompak melakukan pencurian, handphone. Korbannya, menimpa M. Uripan, 23, warga Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo, aksi pencurian itu, berlangsung Sabtu sore (17/4). Ketika itu, keduanya hunting jalanan dengan mengendarai Honda Genio bernopol N 3164 TCQ untuk mencari mangsa. Hariono berada di depan mengemudikan motor. Sementara, Sunariyah di belakang, sebagai “pemetik” barang.

“Mereka berkeliling jalanan dari kos-kosannya untuk mencari sasaran. Hingga sampai di tepi jalan raya depan toko ABCD, Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, korban melihat mangsa,” kata Sumbut, mendampingi Kapolsek Beji, Kompol Akhmad.

Saat itulah mereka berhenti. Mereka melihat, sebuah handphone korban, yang ditaruh di dashbord motor. Sunariyah turun dari motor dan mendekati motor korban. Ia kemudian mengambil handphone korban yang ditaruh di dasbor motor.

Usai menggarong handphone Samsung buatan produk Korea milik korban, keduanya kabur menuju kos-kosan. “Korban baru mengetahuinya, setelah balik ke motor. Ia telah mendapati, handphonenya raib,” jelasnya.

Atas kejadian itu, korban kemudian mengadukan ke polisi. Ia merasa telah dirugikan hingga Rp 4 juta atas pencurian yang menimpanya. “Dari laporan itulah, kami bergerak melakukan perburuan,” imbuhnya.

Upaya pencarian pelaku, membuahkan hasil. Petugas berhasil mengidentifikasi pasutri tersebut sebagai pencurinya. “Begitu teridentifikasi, kami menangkap keduanya,” bebernya.

Dari penangkapan tersebut, keduanya mengaku terpaksa melakukan aksi pencurian itu. “Alasannya, untuk membayar kos-kosan dan juga untuk kebutuhan sehari-hari,” timpalnya.

Karena ulah mereka itu, keduanya dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancamannya, 5 tahun penjara. (one/fun)

BEJI, Radar Bromo – Pasutri yang indekos di wilayah Gempol, ini memang kompak. Sayangnya, kekompakan mereka, tak patut ditiru. Sebab, mereka kompak untuk melakukan pecurian. Alhasil, keduanya pun harus sama-sama tinggal di balik jeruji penjara.

Pasutri yang ditangkap polisi itu diketahui bernama Hariono, 47 dan Sunariyah, 46. Keduanya, merupakan warga Desa/Kecamatan Gempol, yang indekos di wilayah Gempol.

Kanitreskrim Polsek Bangil, IPDA Sumbut mengungkapkan, pasutri yang mengaku sebagai pasutri tersebut, diringkus Senin petang (5/7). Keduanya ditangkap disebuah kos-kosannya yang ada di Desa/Kecamatan Gempol.

Penangkapan tersebut, bukannya tanpa alasan. Mereka kompak melakukan pencurian, handphone. Korbannya, menimpa M. Uripan, 23, warga Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo, aksi pencurian itu, berlangsung Sabtu sore (17/4). Ketika itu, keduanya hunting jalanan dengan mengendarai Honda Genio bernopol N 3164 TCQ untuk mencari mangsa. Hariono berada di depan mengemudikan motor. Sementara, Sunariyah di belakang, sebagai “pemetik” barang.

“Mereka berkeliling jalanan dari kos-kosannya untuk mencari sasaran. Hingga sampai di tepi jalan raya depan toko ABCD, Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, korban melihat mangsa,” kata Sumbut, mendampingi Kapolsek Beji, Kompol Akhmad.

Saat itulah mereka berhenti. Mereka melihat, sebuah handphone korban, yang ditaruh di dashbord motor. Sunariyah turun dari motor dan mendekati motor korban. Ia kemudian mengambil handphone korban yang ditaruh di dasbor motor.

Usai menggarong handphone Samsung buatan produk Korea milik korban, keduanya kabur menuju kos-kosan. “Korban baru mengetahuinya, setelah balik ke motor. Ia telah mendapati, handphonenya raib,” jelasnya.

Atas kejadian itu, korban kemudian mengadukan ke polisi. Ia merasa telah dirugikan hingga Rp 4 juta atas pencurian yang menimpanya. “Dari laporan itulah, kami bergerak melakukan perburuan,” imbuhnya.

Upaya pencarian pelaku, membuahkan hasil. Petugas berhasil mengidentifikasi pasutri tersebut sebagai pencurinya. “Begitu teridentifikasi, kami menangkap keduanya,” bebernya.

Dari penangkapan tersebut, keduanya mengaku terpaksa melakukan aksi pencurian itu. “Alasannya, untuk membayar kos-kosan dan juga untuk kebutuhan sehari-hari,” timpalnya.

Karena ulah mereka itu, keduanya dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancamannya, 5 tahun penjara. (one/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/