alexametrics
24.3 C
Probolinggo
Monday, 8 August 2022

Lima Tersangka Pemotongan BOP Jadi Justice Collaborator, Bisakah?

PURWOREJO, Radar Bromo – Lima tersangka dugaan pemotongan dana BOP Kemenag RI bisa saja menjadi justice collaborator (JC). Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan pun membuka peluang besar bagi mereka untuk menjadi JC.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan Wahyu Susanto mengatakan, pihaknya akan menawarkan pada para tersangka untuk menjadi JC. Memang sejauh ini, belum satupun dari kelima tersangka yang mengajukan dirinya menjadi JC.

“Sampai detik ini belum ada yang mengajukan menjadi JC (justice collaborator). Tapi pasti kami sampaikan ke yang bersangkutan,” kata Wahyu.

Dengan menjadi JC, kata Wahyu, tersangka berhak mendapatkan keringanan hukuman. Sebab, status JC akan menjadi salah satu yang dipertimbangkan. Baik pada tahap penuntutan, maupun putusan majelis hakim.

“Surat penetapan JC itu yang dijadikan dasar oleh JPU dan hakim dalam menghukum,” ungkapnya.

Selain itu, pelaku tindak pidana korupsi yang berstatus JC juga bisa mendapat pembebasan bersyarat. Dengan catatan, sudah menjalani masa pidana dalam kurun waktu tertentu.

Beberapa keringanan itu bisa didapatkan seorang berstatus JC. Sebab, peranannya membantu penyidik untuk mengungkap kasus yang lebih besar.

“Tentunya tim penyidik akan menelaah dulu apa yang akan diungkapkan seorang JC serta manfaatnya bagi pengembangan kasus,” beber Wahyu.

Kejari Kota Pasuruan memang sudah menetapkan lima tersangka dalam dugaan pemotongan dana BOP Kemenag RI. Tiga orang tersangka pemotongan BOP pesantren. Yaitu, SK, AW, dan AS. Lalu, dua orang tersangka pemotongan BOP madin. Antara lain, RH dan FQ. (tom/hn)

PURWOREJO, Radar Bromo – Lima tersangka dugaan pemotongan dana BOP Kemenag RI bisa saja menjadi justice collaborator (JC). Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan pun membuka peluang besar bagi mereka untuk menjadi JC.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan Wahyu Susanto mengatakan, pihaknya akan menawarkan pada para tersangka untuk menjadi JC. Memang sejauh ini, belum satupun dari kelima tersangka yang mengajukan dirinya menjadi JC.

“Sampai detik ini belum ada yang mengajukan menjadi JC (justice collaborator). Tapi pasti kami sampaikan ke yang bersangkutan,” kata Wahyu.

Dengan menjadi JC, kata Wahyu, tersangka berhak mendapatkan keringanan hukuman. Sebab, status JC akan menjadi salah satu yang dipertimbangkan. Baik pada tahap penuntutan, maupun putusan majelis hakim.

“Surat penetapan JC itu yang dijadikan dasar oleh JPU dan hakim dalam menghukum,” ungkapnya.

Selain itu, pelaku tindak pidana korupsi yang berstatus JC juga bisa mendapat pembebasan bersyarat. Dengan catatan, sudah menjalani masa pidana dalam kurun waktu tertentu.

Beberapa keringanan itu bisa didapatkan seorang berstatus JC. Sebab, peranannya membantu penyidik untuk mengungkap kasus yang lebih besar.

“Tentunya tim penyidik akan menelaah dulu apa yang akan diungkapkan seorang JC serta manfaatnya bagi pengembangan kasus,” beber Wahyu.

Kejari Kota Pasuruan memang sudah menetapkan lima tersangka dalam dugaan pemotongan dana BOP Kemenag RI. Tiga orang tersangka pemotongan BOP pesantren. Yaitu, SK, AW, dan AS. Lalu, dua orang tersangka pemotongan BOP madin. Antara lain, RH dan FQ. (tom/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/