alexametrics
25.9 C
Probolinggo
Friday, 28 January 2022

Kasus Mahasiswi Bunuh Diri, Beli Obat untuk Aborsi di Malang

MOJOKERTO, Radar Bromo – Sebelum ditemukan meninggal di makam ayahnya, Novia Widyasari melakukan 2 kali aborsi atas desakan kekasihnya, Bripda Randy Bagus. Aborsi itu dilakukan dengan menenggak obat-obatan.

Dua jenis obat diakui Polres Mojokerto dipakai aborsi Novia Widyasari, mahasiswi Universitas Brawijaya Malang. Aborsi itu diduga dilakukan atas paksaan kekasih Novia, Randy Bagus.

Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar mengatakan, aborsi dilakukan ketika Novia mengonsumsi dua jenis obat. Yakni postinor dan cytotec. ”Korban diketahui hamil pada Maret. Lalu menyampaikan pada pacar (Randy Bagus) yang minta untuk menggugurkan kandungan dengan minum obat postinor,” tutur Apip, Minggu (5/12).

Obat itu diminum ketika Novia masih tinggal di kamar kosnya, di Malang. Polisi menyebut bahwa obat tersebut dibeli di Malang. Kemudia korban kembali hamil pada Agustus. “Korban dan terduga membeli obat merek cytotec. Obat itu dibeli dengan harga Rp 1.500.000,” terang Apip.

Kepada polisi, Randy mengatakan, obat itu dibeli di apotek sekitar Malang. Usai dibelikan Randy, Novia meminum obat tersebut.

”Kemudian korban pulang ke Mojokerto. Keduanya singgah makan di warung sate Mojokerto untuk buang air besar. Namun korban pendarahan di warung sate itu,” jelas Apip.

Apip mengatakan, Novia dinyatakan dua kali hamil dan dua kali aborsi bersama Randy. ”Sebelum meninggal dunia, korban dua kali melakukan aborsi karena dua kali hamil bersama tersangka,” tegas Apip.

MOJOKERTO, Radar Bromo – Sebelum ditemukan meninggal di makam ayahnya, Novia Widyasari melakukan 2 kali aborsi atas desakan kekasihnya, Bripda Randy Bagus. Aborsi itu dilakukan dengan menenggak obat-obatan.

Dua jenis obat diakui Polres Mojokerto dipakai aborsi Novia Widyasari, mahasiswi Universitas Brawijaya Malang. Aborsi itu diduga dilakukan atas paksaan kekasih Novia, Randy Bagus.

Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar mengatakan, aborsi dilakukan ketika Novia mengonsumsi dua jenis obat. Yakni postinor dan cytotec. ”Korban diketahui hamil pada Maret. Lalu menyampaikan pada pacar (Randy Bagus) yang minta untuk menggugurkan kandungan dengan minum obat postinor,” tutur Apip, Minggu (5/12).

Obat itu diminum ketika Novia masih tinggal di kamar kosnya, di Malang. Polisi menyebut bahwa obat tersebut dibeli di Malang. Kemudia korban kembali hamil pada Agustus. “Korban dan terduga membeli obat merek cytotec. Obat itu dibeli dengan harga Rp 1.500.000,” terang Apip.

Kepada polisi, Randy mengatakan, obat itu dibeli di apotek sekitar Malang. Usai dibelikan Randy, Novia meminum obat tersebut.

”Kemudian korban pulang ke Mojokerto. Keduanya singgah makan di warung sate Mojokerto untuk buang air besar. Namun korban pendarahan di warung sate itu,” jelas Apip.

Apip mengatakan, Novia dinyatakan dua kali hamil dan dua kali aborsi bersama Randy. ”Sebelum meninggal dunia, korban dua kali melakukan aborsi karena dua kali hamil bersama tersangka,” tegas Apip.

MOST READ

BERITA TERBARU