alexametrics
25.9 C
Probolinggo
Friday, 28 January 2022

Kasus Bripda Randy, Dinkes Cari Apotek Penjual Obat Aborsi Ilegal

SURABAYA, Radar Bromo – Kasus meninggalnya Novia Widyasari di makam ayahnya juga jadi perhatian Dinas Kesehatan Jawa Timur. Dinkes bakal berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk mengawasi peredaran obat postinor dan cytotec. Dua jenis obat itu digunakan Novia Widyasari dan Randy Bagus untuk menggugurkan kandungan.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Erwin Astha Triyono menegaskan, pihaknya sedang berkoordinasi dengan BPOM. Dia memastikan dua jenis obat itu harus dikonsumsi dengan izin dan di bawah pengawasan dokter.

”Dinkes Jatim akan berkoordinasi dengan BPOM untuk pengawasan selanjutnya. Karena yang mempunyai kewenangan untuk penyidikan lebih lanjut adalah BPOM,” jelas Erwin ketika dikonfirmasi pada Senin (6/12).

Pihaknya juga sedang berkoordinasi dengan BPOM di Kota/ Kabupaten Malang untuk mengetahui lokasi apotek tempat Randy Bagus membali obat cytotec seharga Rp 1.500.000 itu.

”Ini kami juga berkoordinasi dengan Dinkes Kabupaten atau Kota Malang lokasi di mana obat itu didapatkan,” jelas Erwin Astha Triyono.

Salah satu obat yang dikonsumsi Novia, yang berjenis postinor, disebut Erwin memiliki izin edar. Namun tetap harus dikonsumsi di bawah pengawasan dokter. ”Obat postinor mempunyai izin edar dari Badan POM DKL 0361300110A1,” terang Erwin Astha Triyono.

Obat itu disebut Erwin memiliki komposisi untuk mencegah proses ovulasi atau pembuahan. ”Komposisi levonorgestrel merek pil KB indikasinya menghambat atau mencegah proses ovulasi pada perempuan,” beber Erwin Astha Triyono.

SURABAYA, Radar Bromo – Kasus meninggalnya Novia Widyasari di makam ayahnya juga jadi perhatian Dinas Kesehatan Jawa Timur. Dinkes bakal berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk mengawasi peredaran obat postinor dan cytotec. Dua jenis obat itu digunakan Novia Widyasari dan Randy Bagus untuk menggugurkan kandungan.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Erwin Astha Triyono menegaskan, pihaknya sedang berkoordinasi dengan BPOM. Dia memastikan dua jenis obat itu harus dikonsumsi dengan izin dan di bawah pengawasan dokter.

”Dinkes Jatim akan berkoordinasi dengan BPOM untuk pengawasan selanjutnya. Karena yang mempunyai kewenangan untuk penyidikan lebih lanjut adalah BPOM,” jelas Erwin ketika dikonfirmasi pada Senin (6/12).

Pihaknya juga sedang berkoordinasi dengan BPOM di Kota/ Kabupaten Malang untuk mengetahui lokasi apotek tempat Randy Bagus membali obat cytotec seharga Rp 1.500.000 itu.

”Ini kami juga berkoordinasi dengan Dinkes Kabupaten atau Kota Malang lokasi di mana obat itu didapatkan,” jelas Erwin Astha Triyono.

Salah satu obat yang dikonsumsi Novia, yang berjenis postinor, disebut Erwin memiliki izin edar. Namun tetap harus dikonsumsi di bawah pengawasan dokter. ”Obat postinor mempunyai izin edar dari Badan POM DKL 0361300110A1,” terang Erwin Astha Triyono.

Obat itu disebut Erwin memiliki komposisi untuk mencegah proses ovulasi atau pembuahan. ”Komposisi levonorgestrel merek pil KB indikasinya menghambat atau mencegah proses ovulasi pada perempuan,” beber Erwin Astha Triyono.

MOST READ

BERITA TERBARU