alexametrics
25.9 C
Probolinggo
Friday, 28 January 2022

Bripda Randy Dipecat Tidak Hormat, Terancam 5,5 Tahun Penjara

SURABAYA, Radar Bromo-Polri mengeluarkan sikap tegas. Terkait anggota Polres Pasuruan Bripda Randy Bagus Sasongko yang terlibat kasus mahasiswi bunuh diri Novia Widyasari di makam ayahnya di Mojokerto, Jawa Timur. Bripda Randi dipecat dengan tidak hormat. Atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

“Tindak tegas baik sidang kode etik untuk dilakukan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH),” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (5/12)

Tidak hanya itu, kata Dedi, Bripda Randy juga akan diproses pidana sesuai dengan pelanggaran yang dilakukannya. Hal ini sesuai dengan amanat Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang tidak akan tebang pilih dalam menindak anggota Polri yang melakukan pelanggaran, terlebih pelanggaran berat seperti tindak pidana.

“Polri terus berkomitmen akan melakukan tindakan tegas kepada anggota yang terbukti bersalah,” kata Dedi.

Kasus Mahasiswi Bunuh Diri, Anggota Polres Pasuruan Tersangka Aborsi

 

Saat ini, Bripda Randy Bagus ditahan di rumah tahanan Mapolda Jatim, Surabaya. statusnya sudah jadi tersangka dugaan tindak pidana aborsi. “Iya, yang bersangkutan ditahan di Polda Jatim,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko.

 

Selain dikenakan pasal kode etik, tersangka Randy bagus juga terancam pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). “Sekarang kami masih melakukan penyelidikan,” katanya.

Bripda Randy, anggota Polres Pasuruan Kabupaten, diduga menjadi pemicu Novia bunuh diri. Pasalnya, Randy dengan sengaja meminta menggugurkan kandungan Novia Widyasari dua kali.

Cerita Perkenalan Bripda Randy-Novia hingga Berujung 2 Kali Aborsi

Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo mengatakan, setelah menerima laporan adanya penemuan jenazah NW yang bunuh diri di makam Desa Japan, Soko, Mojokerto, Kamis (2/12) polisi melakukan penyelidikan.

Dari hasil olah TKP, korban bunuh diri menggunakan minuman yang dicampur potasium. Sementara hasil visum et repertum di tubuh korban tidak ditemukan bekas kekerasan.

Meski demikian, Polres Mojokerto dan Ditreskrimum Polda Jatim dengan kerja cepat mengumpulkan bukti yang ada di lokasi dan dari tim siber. “Alhamdulillah, kami mengamankan RB. Yang bersangkutan profesi seorang polisi, saat ini bertugas di Polres Pasuruan Kabupaten,” ujar Slamet di Mapolres Mojokerto, Sabtu (4/12) malam.

Kasus Mahasiswi Bunuh Diri, Polisi Tak Temukan Unsur Pemerkosaan

 

Slamet menambahkan, korban dan RB sudah berkenalan sejak bulan Oktober 2019 saat acara nonton bareng launching distro baju di Malang. Keduanya lalu bertukar nomor ponsel dan resmi berpacaran mulai bulan November 2019.

Jenderal polisi bintang satu ini menambahkan, selama pacaran korban dua kali hamil dan melakukan tindakan aborsi. “Yang pertama, tindakan aborsi dilakukan pada bulan Maret 2020. Kemudian, yang kedua pada bulan Agustus 2021,” terangnya.

RB menggugurkan kandungan Novia dengan jalan membelikan obat penggugur kandungan seharga Rp 1,5 juta di wilayah Malang. Menurut Slamet, sanksi paling berat, RB bakal terancam pemecatan tidak dengan hormat (PTDH). Sementara dalam pasal 348 KUHP jo 55 terkait tindakan aborsi yang disengaja, tersangka terancam 5,5 tahun penjara. “Paling berat PTDH,” tegasnya. (jawapos.com)

 

SURABAYA, Radar Bromo-Polri mengeluarkan sikap tegas. Terkait anggota Polres Pasuruan Bripda Randy Bagus Sasongko yang terlibat kasus mahasiswi bunuh diri Novia Widyasari di makam ayahnya di Mojokerto, Jawa Timur. Bripda Randi dipecat dengan tidak hormat. Atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

“Tindak tegas baik sidang kode etik untuk dilakukan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH),” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (5/12)

Tidak hanya itu, kata Dedi, Bripda Randy juga akan diproses pidana sesuai dengan pelanggaran yang dilakukannya. Hal ini sesuai dengan amanat Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang tidak akan tebang pilih dalam menindak anggota Polri yang melakukan pelanggaran, terlebih pelanggaran berat seperti tindak pidana.

“Polri terus berkomitmen akan melakukan tindakan tegas kepada anggota yang terbukti bersalah,” kata Dedi.

Kasus Mahasiswi Bunuh Diri, Anggota Polres Pasuruan Tersangka Aborsi

 

Saat ini, Bripda Randy Bagus ditahan di rumah tahanan Mapolda Jatim, Surabaya. statusnya sudah jadi tersangka dugaan tindak pidana aborsi. “Iya, yang bersangkutan ditahan di Polda Jatim,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko.

 

Selain dikenakan pasal kode etik, tersangka Randy bagus juga terancam pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). “Sekarang kami masih melakukan penyelidikan,” katanya.

Bripda Randy, anggota Polres Pasuruan Kabupaten, diduga menjadi pemicu Novia bunuh diri. Pasalnya, Randy dengan sengaja meminta menggugurkan kandungan Novia Widyasari dua kali.

Cerita Perkenalan Bripda Randy-Novia hingga Berujung 2 Kali Aborsi

Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo mengatakan, setelah menerima laporan adanya penemuan jenazah NW yang bunuh diri di makam Desa Japan, Soko, Mojokerto, Kamis (2/12) polisi melakukan penyelidikan.

Dari hasil olah TKP, korban bunuh diri menggunakan minuman yang dicampur potasium. Sementara hasil visum et repertum di tubuh korban tidak ditemukan bekas kekerasan.

Meski demikian, Polres Mojokerto dan Ditreskrimum Polda Jatim dengan kerja cepat mengumpulkan bukti yang ada di lokasi dan dari tim siber. “Alhamdulillah, kami mengamankan RB. Yang bersangkutan profesi seorang polisi, saat ini bertugas di Polres Pasuruan Kabupaten,” ujar Slamet di Mapolres Mojokerto, Sabtu (4/12) malam.

Kasus Mahasiswi Bunuh Diri, Polisi Tak Temukan Unsur Pemerkosaan

 

Slamet menambahkan, korban dan RB sudah berkenalan sejak bulan Oktober 2019 saat acara nonton bareng launching distro baju di Malang. Keduanya lalu bertukar nomor ponsel dan resmi berpacaran mulai bulan November 2019.

Jenderal polisi bintang satu ini menambahkan, selama pacaran korban dua kali hamil dan melakukan tindakan aborsi. “Yang pertama, tindakan aborsi dilakukan pada bulan Maret 2020. Kemudian, yang kedua pada bulan Agustus 2021,” terangnya.

RB menggugurkan kandungan Novia dengan jalan membelikan obat penggugur kandungan seharga Rp 1,5 juta di wilayah Malang. Menurut Slamet, sanksi paling berat, RB bakal terancam pemecatan tidak dengan hormat (PTDH). Sementara dalam pasal 348 KUHP jo 55 terkait tindakan aborsi yang disengaja, tersangka terancam 5,5 tahun penjara. “Paling berat PTDH,” tegasnya. (jawapos.com)

 

MOST READ

BERITA TERBARU