Ditilang Plus Dapat Cerita dari Korban Kecelakaan

BANGIL, Radar Bromo-Angka kecelakaan di Kabupaten Pasuruan masih cukup tinggi. Berbagai upaya dilakukan untuk menekannya. Salah satunya, dengan menggugah kesadaran pengendara.

Ada pemandangan berbeda di operasi lalu lintas yang digelar di Alun-alun Bangil, kemarin (5/9). Pengendara yang melanggar tak hanya ditilang. Namun, diminta duduk untuk mendengarkan sebuah cerita.

Bukan sembarang cerita, namun lebih tepatnya pengalaman dari seorang korban kecelakaan. Pagi itu yang didapuk untuk bercerita adalah Dana Lesmana, 28.

Pria yang masih mengenakan kursi roda itu alami kecelakaan tujuh bulan lalu. Ketika itu, ia ditabrak mobil saat hendak pulang ke Nongkojajar. Kakinya harus diamputasi dan kini hanya bisa menggunakan kursi roda.

“Kejadian yang menimpa saya, saya harap tidak terulang. Anda-Anda sekalian, harap hati-hati di jalan. Patuhi peraturan,” kata Dana.

Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Bayu Halim menyampaikan, pelanggaran di jalan raya Kabupaten Pasuruan masih terbilang tinggi. Hal tersebut bisa ditinjau dari banyaknya penindakan pelanggaran yang dilakukan petugas.

CEK KELENGKAPAN: Polwan memeriksa kelengkapan pengendara yang melintas di sekitar Alun-alun Bangil, Kamis (5/9).

 

Sejak operasi digelar 29 Agustus 2019, ada setidaknya 2.610 pelanggaran ditemukan. Dari jumlah itu, 2.469 pelanggaran dilakukan oleh pengendara roda dua. Sementara lainnya, kendaraan umum, pribadi, hingga niaga.

“Dominasi pelanggaran, ada pada roda dua. Jenisnya, mulai kelengkapan surat-surat, tidak memakai helm, dan berbagai pelanggaran lain,” sampainya.

Padahal, taat dan disiplin berkendara merupakan hal wajib yang dilakukan. Selain itu, juga menjadi cara dalam mencegah celaka di jalan raya. “Karena kecelakaan yang terjadi, kecenderungan diawali dari pelanggaran disiplin pengendara,” jelasnya. (one/mie)