Sidang Korupsi Kades Blimbing Terancam Molor

KRAKSAAN, Radar Bromo – Hingga saat ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo belum juga menyerahkan berkas kasus Kades Blimbing, Kecamatan Pakuniran. Hal tersebut disebabkan oleh pandemi korona yang kini merebak. Sehingga, jadwal persidangan terancam molor.

Kasi Pidsus Kejari setempat Novam Basuki mengatakan, pihaknya belum menyerahkan berkas kepada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. Rencananya, berkas kasus perkara korupsi itu akan dilimpahkan bersamaan dengan berkas Hasan Basri, Kades Gunggungan Lor.

“Rencananya akan kami melimpahkan bersamaan dengan kasus Gunggungan Lor,” katanya.

Namun kasus Gunggungan Lor belum tahap dua. Itu karena pihak kepolisian sendiri masih disibukkan dengan penanganan keamanan korona. Sehingga, tahap dua belum dilakukan. “Jadi berimbas juga terhadap jadwal pengadilan. Karena itu, kami menyesuaikan,” jelasnya.

Karena itu, pihaknya kemudian berencana melimpahkan berkas kasus Blimbing sendiri. Sedangkan untuk berkas Kades Gunggungan Lor, baru akan dilimpahkan setelah tahap dua. “Insyaallah minggu ini kami limpah. Untuk perkara Gunggungan Lor menyusul,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Suhari, kades Blimbing, Kecamatan Pakuniran, ditahan Kejari Kabupaten Probolinggo, Kamis (12/12) karena diduga korupsi. Penahanan Suhari didahului dengan penetapannya sebagai tersangka dalam tiga perkara dugaan korupsi. Setelah ditetapkan menjadi tersangka, ia ditahan untuk kepentingan penyidikan.

Oleh kejaksaan, ia ditetapkan sebagai tersangka penyalahgunaan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2015-2016-2017; tersangka penyalahgunaan Silpa Dana Desa tahun anggaran 2015-2016; dan penyalahgunaan Alokasi Dana Desa tahun anggaran 2015-2016-2017. (sid/fun)