alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Ponpes Hati Milik Hasan Aminuddin Digeledah KPK  

KRAKSAAN, Radar Bromo – Penggeledahan yang dilakukan penyidik KPK di Kabupaten Probolinggo terus berlangsung. Kamis (4/11), Ponpes Hati milik Hasan Aminuddin digeledah KPK.

Penggeledahan dilakukan untuk mengungkap dugaan gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang saat ini tengah didalami KPK. Penggeledahan di Ponpes Hati itu sendiri dilakukan bukan tanpa alasan.

Pesantren di Dusun Toroyan, Desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo itu kerap dijadikan tempat pertemuan oleh Hasan Aminuddin (HA) dan Bupati Probolinggo nonaktif Puput Tantriana Sari (PTS). Sementara Hasan dan Tantri adalah tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi dan TPPU ini.

Karena kondisi itu, penyidik KPK lantas menggeledak Ponpes Hati untuk memperoleh petunjuk. Sehingga membuat terang perkara yang saat ini sedang bergulir.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, penyidik KPK datang ke Ponpes Hati sekitar pukul 12.00. Menggunakan tiga Toyota Kijang Innova hitam, di dalamnya ada sembilan penyidik KPK. Mereka dikawal tiga mobil polisi dari Polsek Kraksaan, Sabhara Polres Probolinggo, dan Shabara Polres Probolinggo Kota.

Selama penggeledahan berlangsung, pintu masuk menuju areal Ponpes Hati yang berada di sebelah selatan ditutup dan dijaga oleh empat polisi. Sementara dua polisi berjaga di pintu masuk gedung pondok sebelah barat.

Suasana pesantren sendiri lengang kemarin. Hanya tampak beberapa santri yang keluar masuk ke areal pesantren. Selebihnya, tidak boleh sembarangan orang boleh masuk dalam areal pesantren. Bahkan, media yang mengambil gambar ditegur oleh penjaga pesantren.

KRAKSAAN, Radar Bromo – Penggeledahan yang dilakukan penyidik KPK di Kabupaten Probolinggo terus berlangsung. Kamis (4/11), Ponpes Hati milik Hasan Aminuddin digeledah KPK.

Penggeledahan dilakukan untuk mengungkap dugaan gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang saat ini tengah didalami KPK. Penggeledahan di Ponpes Hati itu sendiri dilakukan bukan tanpa alasan.

Pesantren di Dusun Toroyan, Desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo itu kerap dijadikan tempat pertemuan oleh Hasan Aminuddin (HA) dan Bupati Probolinggo nonaktif Puput Tantriana Sari (PTS). Sementara Hasan dan Tantri adalah tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi dan TPPU ini.

Karena kondisi itu, penyidik KPK lantas menggeledak Ponpes Hati untuk memperoleh petunjuk. Sehingga membuat terang perkara yang saat ini sedang bergulir.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, penyidik KPK datang ke Ponpes Hati sekitar pukul 12.00. Menggunakan tiga Toyota Kijang Innova hitam, di dalamnya ada sembilan penyidik KPK. Mereka dikawal tiga mobil polisi dari Polsek Kraksaan, Sabhara Polres Probolinggo, dan Shabara Polres Probolinggo Kota.

Selama penggeledahan berlangsung, pintu masuk menuju areal Ponpes Hati yang berada di sebelah selatan ditutup dan dijaga oleh empat polisi. Sementara dua polisi berjaga di pintu masuk gedung pondok sebelah barat.

Suasana pesantren sendiri lengang kemarin. Hanya tampak beberapa santri yang keluar masuk ke areal pesantren. Selebihnya, tidak boleh sembarangan orang boleh masuk dalam areal pesantren. Bahkan, media yang mengambil gambar ditegur oleh penjaga pesantren.

MOST READ

BERITA TERBARU

/