alexametrics
24 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Kasus Korupsi BOP, Aktivis LSM Kab Pasuruan Diperiksa sebagai Saksi

BANGIL, Radar Bromo – Kejari Kabupaten Pasuruan terus mendalami kasus dugaan korupsi Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Kemenag RI di Kabupaten Pasuruan. Bahkan, beberapa pentolan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tak luput dari pemeriksaan.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo, ada delapan aktivis LSM yang dipanggil korps Adhiyaksa ini. Antara lain, MK, SL, MA, NV, GT, SF, IM, dan MU. Mereka dipanggil untuk dimintai keterangannya berkaitan dengan dugaan korupsi BOP, kemarin (4/11).

Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Pasuruan Denny Saputra membenarkan pemeriksaan yang dilakukan terhadap delapan pentolan beberapa LSM di Kabupaten Pasuruan tersebut. “Masih berjalan pemeriksaan,” kata Denny melalui pesan WA.

Pemeriksaan tersebut berlangsung beberapa jam. Sejak pukul 09.00. Hanya saja, Denny tak membeberkan materi pemeriksaan tersebut.

SL, salah satu aktivis yang diperiksa menegaskan, pemeriksaan itu dilakukan berkaitan dengan persoalan BOP.  Namun, ia memastikan bahwa mereka semua yang diperiksa tidak terlibat dalam “ciprat-ciprat” dana BOP.

Justru ia dan rekan-rekannya dipanggil berkaitan dengan kebutuhan kejaksaan untuk memerpoleh informasi atau keterangan saksi-saksi. “Kami tegaskan, tidak ada dari kami yang terlibat dalam pemotongan ataupun kecipratan dana BOP tersebut. Kami diminta datang ke Kejari, justru karena Kejari meminta bantuan kami. Kami ini sebagai saksi,” tuturnya.

Karena itulah, pihaknya berharap tidak ada kesalahan persepsi di masyarakat. Misalnya, dia dan rekan-rekannya sesama aktivis dianggap sebagai pihak yang menikmati dana BOP.

Sebaliknya, ia dan rekan-rekannya dihadirkan ke Kejari untuk menambah informasi berkaitan dengan kasus BOP tersebut. “Jadi, tidak ada ciprat-cipratan tersebut. Kami justru dimintai tolong pihak kejaksaan untuk memberikan informasi berkaitan dengan BOP. Lebih jelasnya, lebih baik tanya ke pihak kejaksaan,” sambungnya.

BANGIL, Radar Bromo – Kejari Kabupaten Pasuruan terus mendalami kasus dugaan korupsi Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Kemenag RI di Kabupaten Pasuruan. Bahkan, beberapa pentolan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tak luput dari pemeriksaan.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo, ada delapan aktivis LSM yang dipanggil korps Adhiyaksa ini. Antara lain, MK, SL, MA, NV, GT, SF, IM, dan MU. Mereka dipanggil untuk dimintai keterangannya berkaitan dengan dugaan korupsi BOP, kemarin (4/11).

Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Pasuruan Denny Saputra membenarkan pemeriksaan yang dilakukan terhadap delapan pentolan beberapa LSM di Kabupaten Pasuruan tersebut. “Masih berjalan pemeriksaan,” kata Denny melalui pesan WA.

Pemeriksaan tersebut berlangsung beberapa jam. Sejak pukul 09.00. Hanya saja, Denny tak membeberkan materi pemeriksaan tersebut.

SL, salah satu aktivis yang diperiksa menegaskan, pemeriksaan itu dilakukan berkaitan dengan persoalan BOP.  Namun, ia memastikan bahwa mereka semua yang diperiksa tidak terlibat dalam “ciprat-ciprat” dana BOP.

Justru ia dan rekan-rekannya dipanggil berkaitan dengan kebutuhan kejaksaan untuk memerpoleh informasi atau keterangan saksi-saksi. “Kami tegaskan, tidak ada dari kami yang terlibat dalam pemotongan ataupun kecipratan dana BOP tersebut. Kami diminta datang ke Kejari, justru karena Kejari meminta bantuan kami. Kami ini sebagai saksi,” tuturnya.

Karena itulah, pihaknya berharap tidak ada kesalahan persepsi di masyarakat. Misalnya, dia dan rekan-rekannya sesama aktivis dianggap sebagai pihak yang menikmati dana BOP.

Sebaliknya, ia dan rekan-rekannya dihadirkan ke Kejari untuk menambah informasi berkaitan dengan kasus BOP tersebut. “Jadi, tidak ada ciprat-cipratan tersebut. Kami justru dimintai tolong pihak kejaksaan untuk memberikan informasi berkaitan dengan BOP. Lebih jelasnya, lebih baik tanya ke pihak kejaksaan,” sambungnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/