PR Polres: 2 Bulan, 4 Kasus Gendam Belum Terungkap

KRAKSAAN – Warga Kabupaten Probolinggo, harus lebih waspada terhadap kejahatan bermodus gendam. Sudah beberapa kali terjadi kasus pencurian dengan modus gendam, namun sejauh ini belum ada yang terungkap.

Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, selama dua bulan terakhir ada empat kasus pencurian bermodus gendam. Pada 24 Juli 2018 lalu, ada tiga warga sekaligus yang menjadi korban di sekitar Pasar Semampir, Kecamatan Kraksaan. Para korban ini sama-sama pedagang di Pasar Semampir.

Senin (3/9) lalu, kawanan pelaku berhasil memperdaya Hatija, 34, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kotaanyar. Darinya, pelaku membawa kabur perhiasan gelang emas seberat 7,3 gram serta kalung dan liontinnya. Dia mengalami kerugian sekitar Rp 11 juta.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto tidak menampik adanya kasus gendam yang belakangan sering terjadi di wilayahnya. Namun, sejauh ini laporan yang masuk ke Polres hanya satu kasus yakni di Kotaanyar. “Kejadian di Kraksaan tidak ada laporan yang masuk,” ujarnya.

Riyanto mengaku, terus berupaya menyelidiki dan mengungkap kasus. Meski cukup sulit. Sebab, korban tidak mengenali pelaku dan saat kejadian terpengaruh gendam. Juga tidak ada saksi terkait kejadian ini. “Saat kejadian korban sudah terpengaruh gendam. Korban saat sadar tidak ingat atau mengenali pelaku,” katanya.

Sedangkan, Kapolsek Kraksaan Kompol Joko Yuwono mengaku belum berhasil mengungkap kasus gendam yang menimpa tiga pedagang di Pasar Semampir. Kendalanya sama. Tidak ada saksi dan korban tidak mengenali ciri-ciri pelaku. Namun, berdasarkan pengakuan para korban, diduga kuat kasus ini dilakukan orang yang sama.

“Pengakuan korban pelaku mengendarai mobil (jenis Avanza) warna putih. Dugaan kuat pelaku berasal dari luar daerah,” ujarnya. “Kami sudah sosialisasikan juga pada warga untuk lebih waspada dengan kejadian gendam,” lanjutnya. (mas/rud)