alexametrics
29.4 C
Probolinggo
Monday, 15 August 2022

Materi Keberatan Praperadilan Tersangka Korupsi JLU Dinilai Prematur

PASURUAN, Radar Bromo – Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan meminta hakim tunggal menolak seluruh permohonan praperadilan yang dilayangkan tersangka CH dan WCX. Korps Adhyaksa beranggapan materi keberatan dua tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Jalan Lingkar Utara (JLU) tersebut terlalu prematur.

Hal itu diungkapkan dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Pasuruan dengan agenda jawaban jaksa selaku termohon kemarin (4/8). Tim kuasa hukum termohon menyinggung keberatan dua tersangka terkait proses penyidikan yang dilanggar penyidik tidak spesifik. Karena itu, mereka menilai keberatan yang diajukan merupakan kesalahan dalam berpikir secara logika karena hanya berdasarkan asumsi-asumsi.

Di samping itu, termohon juga menyebut materi keberatan terkait hasil perhitungan kerugian negara dan pasal yang disangkakan penyidik terlalu prematur. Sebab, itu sudah masuk ke dalam materi pokok perkara. Sehingga perlu dibuktikan dalam tahap penuntutan di persidangan nanti.

Kasi Intelijen Kejari Kota Pasuruan Wahyu Susanto menegaskan, dalam jawaban yang disampaikan di sidang praperadilan, pihaknya juga sudah menuangkan rangkaian tahapan penanganan perkara. Mulai dari tingkat penyelidikan hingga penyidikan. Menurutnya, ketika status perkara sudah dinaikkan ke tahap penyidikan, penyidik tentu sudah mengumpulkan bukti-bukti yang bisa menguatkan dugaan pidana yang terjadi.

“Di mana dengan bukti-bukti itu kami dapat menentukan siapa saja pihak yang dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab,” kata Wahyu.

Adapun pengumpulan  bukti-bukti sebelum menetapkan tersangka, dilakukan selama tahap penyelidikan. Wahyu menyebut, pihaknya sudah meminta keterangan dari 39 saksi.

Keterangan para saksi itu merupakan salah satu alat bukti yang dimiliki penyidik. Termasuk alat bukti berupa dokumen-dokumen.  Dari seluruh alat bukti keterangan saksi dan alat bukti surat, penyidik telah memperoleh adanya persesuaian antara bukti yang satu dengan yang lain.

PASURUAN, Radar Bromo – Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan meminta hakim tunggal menolak seluruh permohonan praperadilan yang dilayangkan tersangka CH dan WCX. Korps Adhyaksa beranggapan materi keberatan dua tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Jalan Lingkar Utara (JLU) tersebut terlalu prematur.

Hal itu diungkapkan dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Pasuruan dengan agenda jawaban jaksa selaku termohon kemarin (4/8). Tim kuasa hukum termohon menyinggung keberatan dua tersangka terkait proses penyidikan yang dilanggar penyidik tidak spesifik. Karena itu, mereka menilai keberatan yang diajukan merupakan kesalahan dalam berpikir secara logika karena hanya berdasarkan asumsi-asumsi.

Di samping itu, termohon juga menyebut materi keberatan terkait hasil perhitungan kerugian negara dan pasal yang disangkakan penyidik terlalu prematur. Sebab, itu sudah masuk ke dalam materi pokok perkara. Sehingga perlu dibuktikan dalam tahap penuntutan di persidangan nanti.

Kasi Intelijen Kejari Kota Pasuruan Wahyu Susanto menegaskan, dalam jawaban yang disampaikan di sidang praperadilan, pihaknya juga sudah menuangkan rangkaian tahapan penanganan perkara. Mulai dari tingkat penyelidikan hingga penyidikan. Menurutnya, ketika status perkara sudah dinaikkan ke tahap penyidikan, penyidik tentu sudah mengumpulkan bukti-bukti yang bisa menguatkan dugaan pidana yang terjadi.

“Di mana dengan bukti-bukti itu kami dapat menentukan siapa saja pihak yang dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab,” kata Wahyu.

Adapun pengumpulan  bukti-bukti sebelum menetapkan tersangka, dilakukan selama tahap penyelidikan. Wahyu menyebut, pihaknya sudah meminta keterangan dari 39 saksi.

Keterangan para saksi itu merupakan salah satu alat bukti yang dimiliki penyidik. Termasuk alat bukti berupa dokumen-dokumen.  Dari seluruh alat bukti keterangan saksi dan alat bukti surat, penyidik telah memperoleh adanya persesuaian antara bukti yang satu dengan yang lain.

MOST READ

BERITA TERBARU

/