alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Periksa 7 Saksi di Kasus Dugaan Penganiayaan Cakades Pesisir

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Penyidik Polres Probolinggo Kota memastikan, kasus yang menyandung Moch. Rofi’i, ditindaklanjuti. Polisi juga sudah memeriksa tujuh saksi atas kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Cakades Pesisir Kecamatan Sumberasih tersebut.

Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota AKP Heri Sugiono menerangkan, hingga Jumat (4/6) siang penyidik sudah periksa 7 saksi. Tujuh saksi itu di antaranya termasuk pelapor dan terlapor.

Dua hari sebelumnya penyidik tengah memanggil 3 tiga saksi. Dari tiga tersebut termasuk pelapor dan terlapor. Selanjutnya pada Jumat (4/6) pagi penyidik memanggil 4 saksi lainya. “Jadi totalnya kami sudah periksa 7 saksi,” kata AKP Heri Sugiono.

Kades Pesisir Sumberasih Terpilih Dipolisikan

Tidak menutup kemungkinan saksi akan bertambah. “Jadi jika memang dibutuhkan, maka penyidik bisa panggil lagi saksi lainya,” bebernya.

Saat ini, berkas yang masuk ke penyidik dalam tahap penyidikan. Kemudian akan ada tahapan berikutnya sebelum dilakukan gelar perkara dan penentuan apakah ada atau tidaknya untuk tersangka. “Masih bertahap. Sebab penentukan tersangka itu bukan hal yang mudah,” bebernya.

Sayangnya hingga pukul 17.00 Moch. Rofi’i, terlapor dan Ritni belum bisa dikonfirmasi. Telepon wartawan ini belum direspons.

Diketahui, Minggu (16/5) malam, Ritni, 34, warga Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, mendatangi Mapolresta. Ia mengaku telah dianiaya oleh mantan kepala desanya, Moch. Rofi’i. Akibat penganiayaan Cakades Pesisir terpilih itu, tangan kanannya retak. Ia pun menjalani perawatan alternatif ke sangkal putung.

Penganiayaan ini dipicu masalah pekerjaan suami Ritni, Muhlis, di tambang pasir milik terlapor. Muhlis diberhentikan. Bahkan, dilarang menambang di Sungai Paser. Pelapor juga menyebut, kasusnya ada kaitannya dengan pilkades 2 Mei lalu.

Namun, Moch Rof’i sudah membantahnya. Termasuk, soal tudingan penganiayaan yang dialamatkan kepadanya. Ia mengaku juga siap jika dipanggil penyidik untuk dimintai keterangan. Bahkan, menurutnya, sejumlah warganya juga siap bersaksi. (rpd/fun)

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Penyidik Polres Probolinggo Kota memastikan, kasus yang menyandung Moch. Rofi’i, ditindaklanjuti. Polisi juga sudah memeriksa tujuh saksi atas kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Cakades Pesisir Kecamatan Sumberasih tersebut.

Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota AKP Heri Sugiono menerangkan, hingga Jumat (4/6) siang penyidik sudah periksa 7 saksi. Tujuh saksi itu di antaranya termasuk pelapor dan terlapor.

Dua hari sebelumnya penyidik tengah memanggil 3 tiga saksi. Dari tiga tersebut termasuk pelapor dan terlapor. Selanjutnya pada Jumat (4/6) pagi penyidik memanggil 4 saksi lainya. “Jadi totalnya kami sudah periksa 7 saksi,” kata AKP Heri Sugiono.

Kades Pesisir Sumberasih Terpilih Dipolisikan

Tidak menutup kemungkinan saksi akan bertambah. “Jadi jika memang dibutuhkan, maka penyidik bisa panggil lagi saksi lainya,” bebernya.

Saat ini, berkas yang masuk ke penyidik dalam tahap penyidikan. Kemudian akan ada tahapan berikutnya sebelum dilakukan gelar perkara dan penentuan apakah ada atau tidaknya untuk tersangka. “Masih bertahap. Sebab penentukan tersangka itu bukan hal yang mudah,” bebernya.

Sayangnya hingga pukul 17.00 Moch. Rofi’i, terlapor dan Ritni belum bisa dikonfirmasi. Telepon wartawan ini belum direspons.

Diketahui, Minggu (16/5) malam, Ritni, 34, warga Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, mendatangi Mapolresta. Ia mengaku telah dianiaya oleh mantan kepala desanya, Moch. Rofi’i. Akibat penganiayaan Cakades Pesisir terpilih itu, tangan kanannya retak. Ia pun menjalani perawatan alternatif ke sangkal putung.

Penganiayaan ini dipicu masalah pekerjaan suami Ritni, Muhlis, di tambang pasir milik terlapor. Muhlis diberhentikan. Bahkan, dilarang menambang di Sungai Paser. Pelapor juga menyebut, kasusnya ada kaitannya dengan pilkades 2 Mei lalu.

Namun, Moch Rof’i sudah membantahnya. Termasuk, soal tudingan penganiayaan yang dialamatkan kepadanya. Ia mengaku juga siap jika dipanggil penyidik untuk dimintai keterangan. Bahkan, menurutnya, sejumlah warganya juga siap bersaksi. (rpd/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/