Periksa “Istri” Kedua Anggota Polres Pasuruan; 15 Kotor-5 Surat Mati  

BANGIL, Radar Bromo–Ratusan senjata api anggota Polres Pasuruan diperiksa Propam, Kamis (4/6). Pemeriksaan itu dilakukan untuk memastikan kondisi dan fungsinya masih baik.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, satu per satu senjata api yang juga disebut istri  kedua bagi anggota polisi itu, diperiksa. Pemeriksaan tidak hanya dari sisi kelengkapan surat-suratnya, TETAPI juga dari keadaan fisik senjata api itu sendiri.

Kasi Propam Polres Pasuruan Ipda Sugiardi mengatakan, hampir 200 senjata anggota Polres Pasuruan dan polsek jajaran diperiksa. Pemeriksaan itu berlangsung sejak Selasa (2/6). Bukan tanpa alasan pemeriksaan tersebut dilakukan.

Langkah ini bertujuan untuk memastikan senjata yang dibawa benar-benar berfungsi dengan baik. “Kami ingin memastikan kelayakan dan kelengkapan suratnya dengan baik,” jelas Sugiardi.

Dari pemeriksaan itu, beberapa senpi ditemukan “bermasalah”. Selain ada yang suratnya mati, ada pula yang kondisinya dalam keadaan kotor. Senpi yang dalam keadaan kotor, selanjutnya akan dibersihkan.

Ada sekitar 15 senpi yang ditemukan dalam keadaan kotor. Sementara penggunanya, akan diberi sanksi teguran. Sedangkan senpi yang suratnya telah mati, akan ditarik. “Ada sekitar lima senpi yang kami tarik karena suratnya mati. Senjata api itu boleh digunakan kembali setelah memenuhi persyaratan, termasuk mengikuti tes psikologi,” sambungnya.

Disampaikan Sugiardi, senjata api tak ubahnya istri kedua bagi anggota polisi. Karena itu, senpi yang dipercayakan untuk dibawa, harus dirawat dengan sebaik-baiknya. Sehingga, ketika diperlukan, bisa difungsikan dengan baik. (one/mie)